Selasa, 24 Februari 2026

Belanja Negara Capai Rp227 Triliun Januari 2026, Lonjakan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

Belanja Negara Capai Rp227 Triliun Januari 2026, Lonjakan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir
Belanja Negara Capai Rp227 Triliun Januari 2026, Lonjakan Tertinggi dalam Tiga Tahun Terakhir

JAKARTA - Pemerintah mencatat lonjakan belanja negara yang signifikan pada awal tahun 2026. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja di Januari 2026 mencapai Rp227,3 triliun atau setara 5,9% dari pagu APBN, tumbuh 25,7% dibanding Januari 2025.

Angka ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, mengungguli rerata Rp168,79 triliun. Lonjakan utama berasal dari kenaikan belanja kementerian dan lembaga yang melonjak 128,9% secara tahunan.

Pos Belanja Utama dan Program Unggulan

Baca Juga

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Naik Rp40000

Kenaikan terbesar disumbang oleh belanja barang, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga Februari 2026 telah menyerap Rp36,6 triliun. Selain itu, belanja bantuan sosial dan belanja rutin pegawai juga meningkat meski tidak sebesar pos belanja lainnya.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa percepatan belanja dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui APBN. Langkah ini juga dimaksudkan menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Pendapatan Negara dan Defisit Fiskal

Pendapatan negara Januari 2026 tercatat Rp172,7 triliun, naik 9,5% dibanding periode sama tahun lalu. Akibatnya, defisit anggaran mencapai Rp54,6 triliun atau 0,21% dari PDB, naik dua kali lipat dari Januari 2025 yang sebesar Rp23 triliun (0,09% PDB).

Meningkatnya defisit ini menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga keseimbangan fiskal. Hal ini juga menimbulkan tantangan pengelolaan kas negara di tengah percepatan belanja awal tahun.

Proyeksi Pertumbuhan dan Tantangan Fiskal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan realisasi belanja triwulan I mencapai Rp809 triliun. Artinya, pemerintah masih harus membelanjakan Rp581,7 triliun selama Februari–Maret 2026.

Dengan akselerasi ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5%–6%. Namun, lonjakan belanja di awal tahun menimbulkan risiko tekanan fiskal jangka menengah.

Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menyoroti potensi risiko kas negara akibat percepatan belanja. Ia mencontohkan belanja program MBG yang tinggi, yang jika tidak disertai efektivitas, belum tentu mendorong pertumbuhan optimal.

Analisis Dampak dan Strategi Optimalisasi Belanja

Belanja MBG tercatat Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, atau 10,9% dari pagu, jauh lebih tinggi dibanding Rp45,2 miliar pada periode sama tahun lalu. Menurut Wahyudi, belanja agresif yang populis tanpa fokus pada kualitas dapat menekan kapasitas fiskal jangka menengah.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menekankan perlunya keseimbangan antara belanja barang dan belanja modal. Belanja untuk infrastruktur dan penguatan domestik diyakini memberikan efek berganda yang lebih berdampak jangka panjang.

David menambahkan, peningkatan impor akibat belanja pemerintah bisa menekan kurs rupiah. Efek optimal dari belanja negara seharusnya menciptakan ekosistem ekonomi domestik yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan realisasi belanja tinggi di awal tahun, pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga setiap rupiah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan menjaga stabilitas fiskal. Langkah pengawasan belanja dan prioritas alokasi menjadi kunci keberhasilan APBN 2026.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perhiasan Perak Hari Ini 24 Februari 2026 Stabil Rp43538

Harga Perhiasan Perak Hari Ini 24 Februari 2026 Stabil Rp43538

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Harga Perak Antam Hari Ini Naik Ke Rp54.950 Per Gram

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Dibuka Menguat Pagi

IHSG Melemah Ke Level 8.374 Tertekan Saham Unggulan Hari Ini

IHSG Melemah Ke Level 8.374 Tertekan Saham Unggulan Hari Ini

IHSG Berpotensi Menguat Lagi Analis Rekomendasikan 4 Saham Pilihan

IHSG Berpotensi Menguat Lagi Analis Rekomendasikan 4 Saham Pilihan