Ni Luh Puspa: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Strategi, Target Wisman 16–17 Juta 2026
- Kamis, 26 Februari 2026
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan bukan lagi tren, tetapi kebutuhan strategis. Pendekatan ini penting agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan destinasi dunia.
Ni Luh menyampaikan bahwa kepariwisataan berkelanjutan menjadi fondasi utama pembangunan sektor pariwisata ke depan. Strategi ini selaras dengan arah kebijakan nasional serta dinamika global yang menuntut perhatian pada lingkungan, budaya, dan dampak sosial ekonomi.
Dalam forum STDev Circle bertema "Gerakan dan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan" yang digelar daring pada Rabu, 25 Februari 2026, Ni Luh menekankan lanskap pariwisata dunia telah berubah signifikan. Wisatawan kini makin sadar isu lingkungan dan pelestarian budaya sebelum menentukan destinasi.
Baca JugaGeliat Ekspansi Strategis Pertamina Geothermal PGEO Di Lapangan Panas Bumi Filipina
Kementerian Pariwisata mendorong lima program unggulan untuk memperkuat ekosistem nasional. Program tersebut meliputi Peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.
Penguatan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kelima program dirancang agar ekosistem pariwisata Indonesia lebih tangguh, inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pengalaman wisatawan bermakna. Pendekatan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya serta lingkungan.
Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,80 persen, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,20 miliar perjalanan atau meningkat 17,55 persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap pariwisata Indonesia yang terus bertransformasi. Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai destinasi yang diperhitungkan di kancah global melalui inovasi dan peningkatan kualitas layanan.
Berbagai pengakuan internasional menegaskan keberhasilan ini. Desa Wisata Pemuteran dan Desa Wisata Osing Kemiren memperoleh penghargaan dari UN Tourism, sementara 33 hotel dan resor meraih pengakuan MICHELIN Keys, menunjukkan peningkatan kualitas layanan berstandar global.
Target dan Proyeksi 2026
Pada 2026, Kemenpar menargetkan penguatan kinerja yang berfokus pada kualitas dan daya saing. Target kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan berada pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta orang.
Ni Luh menekankan pencapaian target tersebut hanya bisa diraih melalui kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. Forum STDev Circle menjadi platform strategis yang mempertemukan perumus kebijakan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga generasi muda.
Forum juga membahas penguatan green financing, inovasi teknologi, gerakan komunitas, dan kontribusi perguruan tinggi. Integrasi ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan yang terstruktur dan adaptif.
Sinergi lintas sektor dianggap kunci agar pertumbuhan pariwisata berjalan seiring pelestarian lingkungan. Pendekatan ini memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir dan lokal juga meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata.
Kolaborasi untuk Aksi Nyata
Ni Luh menekankan bahwa forum ini harus menjadi titik awal kolaborasi konkret dan aksi nyata. Tujuannya agar ekosistem pariwisata yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan dapat terwujud di seluruh Indonesia.
Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada perumusan kebijakan, tetapi sampai pada implementasi di lapangan. Masyarakat lokal, pelaku usaha, dan pemerintah harus berperan aktif sebagai mitra strategis dalam pengembangan pariwisata.
Dengan penguatan ekosistem ini, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna dan aman. Kepariwisataan berkelanjutan akan menjadi pilar daya saing Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
Pendekatan Tourism 5.0 menekankan pemanfaatan teknologi dan inovasi digital. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, promosi, serta pengalaman wisatawan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan budaya.
Program Desa Wisata menjadi fokus utama dalam memberdayakan masyarakat lokal. Inisiatif ini tidak hanya menjaga tradisi dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi penduduk setempat.
Event by Indonesia dirancang untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus menghidupkan ekonomi lokal. Peningkatan kualitas event ini diharapkan berdampak pada promosi destinasi, pengembangan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
Kepariwisataan berkelanjutan kini menjadi standar baru di mata dunia. Indonesia dituntut untuk tidak hanya menawarkan destinasi indah, tetapi juga praktik pariwisata yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.
Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas menjadi fondasi transformasi ini. Kesadaran kolektif dan aksi nyata menjadi kunci agar sektor pariwisata Indonesia tetap relevan dan kompetitif.
Melalui forum dan berbagai program unggulan, Kemenpar ingin menegaskan bahwa masa depan pariwisata Indonesia berbasis kualitas, inklusivitas, dan keberlanjutan. Setiap langkah di sektor ini diharapkan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








.jpg)