Astra International Lakukan Buyback Saham Ratusan Miliar untuk Stabilkan Nilai dan Kepercayaan Investor Tahun 2026
- Kamis, 26 Februari 2026
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) resmi melakukan pembelian kembali saham senilai ratusan miliar rupiah pada awal tahun 2026. Periode buyback ini berlangsung dari 19 Januari hingga 25 Februari 2026.
Dalam periode tersebut, Astra berhasil membeli kembali sebanyak 104.850.800 saham. Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 684.972.984.388.
Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai saham dan menjaga kepercayaan investor. Corporate Secretary ASII, Gita Tiffany Boer, menyebut bahwa program buyback ini telah direncanakan sebelumnya.
Baca JugaStrategi Jitu Kelola Dana THR Agar Terhindar Inflasi Dan Meraih Keuntungan
Perusahaan sebelumnya mengalokasikan dana hingga Rp 2 triliun untuk buyback saham. Tujuan utama adalah untuk menjaga stabilitas pasar modal dan mendukung performa saham ASII.
Ketentuan Buyback dan Kepatuhan Regulasi
Dalam aturan yang berlaku, jumlah saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Hal ini juga memastikan porsi saham beredar di publik atau free float tetap minimal 7,5% dari total modal perseroan.
Aksi buyback tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait pembelian saham. Hal ini menegaskan transparansi penggunaan dana dalam program pembelian kembali saham.
Program buyback ini didasarkan pada Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023 dan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023. Kedua peraturan tersebut mengatur pembelian kembali saham untuk menjaga stabilitas pasar modal dan kinerja perusahaan.
Dengan patuh pada regulasi OJK, Astra menegaskan bahwa seluruh program dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan buyback tidak menimbulkan risiko pasar yang merugikan investor.
Manfaat Buyback bagi Perusahaan dan Investor
Buyback saham membantu menstabilkan harga saham di pasar ketika terjadi fluktuasi yang signifikan. Investor pun dapat memperoleh kepercayaan karena perusahaan menunjukkan komitmen menjaga nilai saham.
Selain itu, pembelian kembali saham juga berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS). Dengan jumlah saham beredar berkurang, proporsi laba perusahaan per saham menjadi lebih tinggi, menarik bagi investor institusi maupun individu.
Langkah ini juga menegaskan posisi keuangan Astra yang cukup kuat. Dana buyback yang besar menunjukkan bahwa perusahaan memiliki likuiditas cukup untuk melakukan aksi korporasi tanpa mengganggu operasional.
Rencana Buyback Saham Selanjutnya
Selain realisasi awal tahun, Astra berencana melanjutkan program buyback saham baru. Detail pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut oleh perseroan sesuai kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.
Gita Tiffany Boer menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Tujuannya adalah menjaga kinerja saham, stabilitas pasar modal, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Perusahaan akan terus memantau kondisi pasar sebelum memutuskan jadwal buyback berikutnya. Pendekatan ini memastikan bahwa pembelian saham kembali dilakukan secara tepat dan menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dampak Buyback terhadap Pasar Modal
Aksi buyback Astra dapat memengaruhi sentimen pasar secara positif. Investor biasanya menilai aksi ini sebagai sinyal bahwa manajemen yakin dengan prospek bisnis perusahaan.
Selain itu, buyback dapat menahan tekanan penurunan harga saham akibat volatilitas pasar. Dengan begitu, nilai pasar saham tetap relatif stabil dan memberikan rasa aman bagi investor.
Buyback juga menjadi alat manajemen modal yang strategis. Perusahaan bisa menyesuaikan jumlah saham beredar untuk meningkatkan kinerja keuangan dan menstimulasi harga pasar.
Dengan strategi yang tepat, program pembelian kembali saham mampu menjadi salah satu langkah efektif perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Investor pun mendapat indikasi bahwa manajemen ASII proaktif dalam menjaga nilai saham.
Buyback Saham sebagai Strategi Kinerja dan Stabilitas
Pembelian kembali saham oleh Astra International pada awal tahun 2026 menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham. Dengan total dana hampir Rp 685 miliar, aksi ini sekaligus memperkuat kepercayaan investor.
Ketentuan buyback yang mematuhi regulasi OJK dan rencana program lanjutan menunjukkan strategi perusahaan jangka panjang. Langkah ini diharapkan tidak hanya menstabilkan harga saham, tetapi juga meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui potensi EPS lebih tinggi.
Selain memberikan dampak positif terhadap investor, buyback juga memperlihatkan kesehatan finansial perusahaan. Astra menegaskan bahwa program ini bagian dari manajemen modal strategis untuk menghadapi fluktuasi pasar yang signifikan.
Dengan buyback saham, Astra International menempatkan diri sebagai perusahaan terbuka yang responsif terhadap kondisi pasar. Investor dapat memandang langkah ini sebagai tanda kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan di masa mendatang.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
102 Ribu Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Tersedia, Cek Jadwal Keberangkatan Sekarang
- Kamis, 26 Februari 2026
Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza
- Kamis, 26 Februari 2026
XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global
- Kamis, 26 Februari 2026
Berita Lainnya
Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza
- Kamis, 26 Februari 2026
XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global
- Kamis, 26 Februari 2026
Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia
- Kamis, 26 Februari 2026








