Harga Kripto Hari Ini Melemah Bitcoin Stabil Ethereum Turun Tekanan Pasar
- Kamis, 09 April 2026
JAKARTA - Pergerakan aset kripto global kembali menjadi perhatian setelah mayoritas koin papan atas mengalami tekanan dalam perdagangan terbaru.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dibayangi volatilitas tinggi, di mana sebagian besar aset digital belum mampu keluar dari zona merah. Investor pun kini lebih berhati-hati dalam mencermati arah pergerakan harga kripto.
Harga kripto hari ini, Kamis bergerak bervariasi, dengan mayoritas aset digital papan atas masih berada di zona merah. Pelemahan ini terlihat pada sejumlah koin besar antara lain bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) yang mengalami koreksi tipis hingga cukup dalam, meski beberapa aset masih mampu mencatatkan kenaikan terbatas.
Baca Juga
Dominasi Bitcoin Dan Ethereum Masih Terjaga
Di sisi lain, kapitalisasi pasar dari masing-masing kripto tetap menunjukkan dominasi aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum, yang masih menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan di tengah volatilitas yang terjadi.
Bitcoin masih memimpin pasar dengan kapitalisasi sekitar USD 1,42 triliun. Namun, dalam 24 jam terakhir, BTC turun tipis 0,38% ke level USD 71.142,57, menunjukkan tekanan jual yang masih terjadi meski relatif terbatas.
Sementara itu, Ethereum berada di posisi kedua dengan kapitalisasi USD 263,60 miliar. ETH tercatat turun lebih dalam sebesar 1,66% ke harga USD 2.192,23, mengikuti tren pelemahan pasar kripto global.
Pergerakan Stablecoin Dan Altcoin Besar
Untuk kategori stablecoin, Tether mencatat kapitalisasi USD 184,09 miliar dengan harga stabil di USD 0,9998 atau naik tipis 0,01%. Pergerakan ini mencerminkan fungsi USDT sebagai aset lindung nilai.
Selanjutnya, XRP mengalami penurunan 2,22% ke level USD 1,34, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 82,56 miliar. Koreksi ini menunjukkan tekanan yang cukup terasa di aset altcoin besar.
BNB juga ikut melemah 2,45% ke harga USD 603,87, dengan kapitalisasi USD 82,41 miliar. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang melanda sebagian besar aset kripto utama.
Aset Kripto Lain Bergerak Variatif
USD Coin mencatat kapitalisasi USD 78,25 miliar dengan harga USD 0,9997 dan nyaris tidak berubah dalam 24 jam terakhir. Berbeda dengan itu, Solana mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 3,39% ke USD 82,61. Kapitalisasi pasar SOL tercatat sebesar USD 47,36 miliar.
TRON justru mencatatkan kenaikan 0,86% ke level USD 0,3179, dengan kapitalisasi USD 30,13 miliar. Kinerja ini menjadikannya salah satu dari sedikit aset yang menguat.
Di sisi lain, Dogecoin melemah 2,71% ke harga USD 0,09253. Kapitalisasi pasar DOGE berada di kisaran USD 15,71 miliar. Hyperliquid mencatat kenaikan tipis 0,36% ke USD 38,72, dengan kapitalisasi USD 9,93 miliar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Tekanan Lanjut Terjadi Pada Sejumlah Aset
UNUS SED LEO turun tipis 0,11% ke USD 10,11 dengan kapitalisasi USD 9,31 miliar, mencerminkan pergerakan yang relatif stabil di tengah tekanan pasar. Cardano (ADA) mengalami penurunan cukup dalam sebesar 4,71% ke level USD 0,2513. Kapitalisasi pasar ADA tercatat USD 9,08 miliar.
Selanjutnya, Bitcoin Cash melemah 0,92% ke harga USD 440,80 dengan kapitalisasi USD 8,83 miliar. Chainlink juga mengalami tekanan dengan penurunan 4,06% ke USD 8,89. Kapitalisasi pasar LINK berada di angka USD 6,48 miliar.
Terakhir, Monero mencatat penurunan terdalam di daftar ini, yakni 5,32% ke level USD 325,47, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 6,01 miliar, menandakan tekanan jual yang cukup kuat.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kasus Penipuan Kripto Meningkat Tajam Di Amerika Serikat
Sebelumnya, investor Amerika Serikat (AS) kehilangan USD 11,4 miliar atau Rp 193,90 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.010) akibat penipuan kripto pada 2025. Hal itu berdasarkan laporan baru dari Biro Investigasi Federal atau the Federal Bureau of Investigation (FBI).
FBI menyebutkan, jumlah kerugian akibat penipuan kripto tahun lalu meningkat 22% dari 2024, menyoroti skala penipuan yang semakin besar.
"Penipuan investasi kripto adalah penipuan jangka panjang yang canggih yang menggunakan manipulasi psikologis, penampilan legitimasi dan eksploitasi,” demikian dalam laporan bertajuk Crypto Crime Report dikutip dari Yahoo Finance, Rabu, (8/4/2026).
Sebagian besar penipuan kripto saat ini dilakukan oleh kelompok kejahatan terorganisir yang berbasis di Asia, banyak di antaranya memakai korban perdagangan manusia sebagai pekerja paksa untuk menjalankan operasi itu.
Penipuan identitas, penipuan bursa kripto, dan penipuan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap individu kini melampaui kerugian akibat serangan siber.
Lonjakan Pengaduan Dan Kerugian Investor
FBI mencatat dalam laporannya kalau jumlah orang yang menjadi korban penipuan kripto telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, terdapat 181.565 pengaduan yang melibatkan penipuan kripto, naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut FBI.
Rata-rata kerugian individu akibat penipuan kripto tahun lalu adalah USD 62.604 atau Rp 1,06 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.010) dan paling sering melibatkan bitcoin (BTC).
Kerugian juga semakin terkonsentrasi. Hampir 18.600 pelapor masing-masing kehilangan lebih dari USD 100.000 atau Rp 1,70 miliar, menunjukkan banyak korban kehilangan tabungan seumur hidup dan rekening pensiunnya.
Dalam laporan FBI menyebutkan, penipuan kripto kini berada di pusat lonjakan penipuan daring yang lebih luas.
Warga AS mengajukan lebih dari satu juta pengaduan kejahatan siber kepada lembaga penegak hukum federal pada 2025 dengan kerugian melebihi USD 20,8 miliar atau Rp 353,78 triliun.
Penipuan dan kecurangan menyumbang sebagian besar kerugian tahun lalu, mencerminkan apa yang digambarkan FBI sebagai lanskap ancaman yang berkembang pesat.
Ferdi Tri Nor Cahyo
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026











