Skema Baru Insentif Mobil Listrik Berbasis Nikel Segera Berlaku
- Rabu, 06 Mei 2026
JAKARTA – Pemerintah siapkan skema insentif PPN DTP hingga 100 persen untuk mobil listrik berbasis nikel guna memperkuat ekosistem hilirisasi mineral lokal di Indonesia.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memastikan bahwa kekayaan alam domestik memiliki peran sentral dalam rantai pasok global.
Fokus utama kebijakan kali ini tertuju pada kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle dan tidak mencakup model hybrid.
Baca Juga
"PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen, nanti masih di-scan skemanya," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (5/5/2026).
Menteri Keuangan berpendapat bahwa pembedaan besaran subsidi sangat bergantung pada jenis teknologi penyimpanan energi yang digunakan oleh pabrikan otomotif.
"Itu untuk yang utamanya EV. Bukan hybrid. Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya," ujar Purbaya, sebagaimana dilangsir dari sumbernya, Selasa (5/5/2026).
Perbedaan skema tersebut sengaja dirancang agar mineral nikel milik negara dapat terserap secara maksimal oleh industri manufaktur dalam negeri.
"Kenapa yang nikel lebih besar subsidinya? Karena supaya nikel kita terpakai," kata Purbaya.
Beliau juga menyoroti pentingnya membalikkan narasi negatif internasional mengenai daya saing industri baterai nasional yang sempat diragukan oleh media asing.
"Dulu saya baca di Economist, judulnya apa? Mimpi Indonesia menguasai dunia baterai hilang. Karena China pakai bukan nikel, kita balik sekarang, nikelnya kita pakai, biar punya kita nikelnya bisa kepakai, dan hilirisasi teknologi baterainya berjalan," tegasnya.
Purbaya menambahkan bahwa teknologi berbasis nikel merupakan generasi 3 yang lebih unggul dibandingkan beberapa alternatif teknologi baterai lainnya di pasar saat ini.
"Tadi saya tanya Pak Sigit di Danantara, dia kan ahlinya. 'Itu nikel sama yang China bagus mana baterainya?' Dia bilang bagusnya yang nikel, itu third generation. Kalau yang LTE itu second generation. Jadi kita geraknya ke sana, supaya sumber daya kita juga bisa dipakai secara maksimal," tutup Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Realisasi program ini diproyeksikan mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan target distribusi sebanyak 100.000 unit kendaraan.
Angka subsidi tersebut diperkirakan akan terus bertambah mengikuti dinamika permintaan pasar otomotif nasional yang semakin berkembang pesat.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












