Pemprov PBD Kirim 64 OAP Pelatihan Vokasi Migas di PPSDM Migas Cepu

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 13 Mei 2026
Pemprov PBD Kirim 64 OAP Pelatihan Vokasi Migas di PPSDM Migas Cepu
Tingkatkan Kompetensi SDM (FOTO: NET)

CEPU - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah mengirimkan sebanyak 64 pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) guna menjalani pelatihan vokasi di PPSDM Migas Kementerian ESDM Cepu, Jawa Tengah.

Program ini resmi dibuka pada Senin, 11 Mei 2026, oleh Koordinator Pengembangan SDM PPSDM Migas, F.X. Yudi Tryono, bersama Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dengan PPSDM Migas dalam upaya meningkatkan kompetensi pemuda OAP di sektor industri migas.

Seluruh biaya pelatihan didanai oleh APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 melalui pemanfaatan Dana Otonomi Khusus Papua.

Terdapat 64 peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 27 hari untuk tiga bidang kejuruan, yaitu Operator Mobile Crane, Operator Forklift, dan Juru Ikat atau Rigger.

Selain itu, dijadwalkan pula pelatihan untuk bidang Operator Pembersihan Latihan Sumur yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, menyampaikan bahwa program ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk mencetak tenaga kerja OAP yang terampil serta bersertifikat nasional.

“Kami berharap OAP tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya. Melalui pelatihan intensif di Cepu ini, kami sedang menyiapkan aktor utama pembangunan di Papua Barat Daya,” ujar Suroso.

Suroso menjelaskan bahwa setelah masa pelatihan berakhir, seluruh peserta wajib mengikuti uji kompetensi demi mendapatkan sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ia menilai kebutuhan akan tenaga kerja teknis yang memiliki sertifikat di Papua Barat Daya terus bertumbuh sejalan dengan perkembangan sektor energi dan industri.

Hal tersebut menjadikan ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi tinggi sebagai sebuah kebutuhan mendesak bagi daerah.

“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Kami ingin memutus mata rantai pengangguran dengan memastikan anak muda OAP memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan ketahanan energi nasional,” katanya.

Di sisi lain, pihak PPSDM Migas Cepu menegaskan kesiapan mereka dalam memberikan pelatihan berstandar industri agar peserta mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Melalui keberjalanan program ini, para peserta diharapkan dapat segera terserap oleh pasar kerja dan mengisi posisi strategis di berbagai proyek industri di wilayah Papua Barat Daya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua