IPA Convex 2026: Dorong Eksplorasi 50 Persen Cekungan Migas RI

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 13 Mei 2026
IPA Convex 2026: Dorong Eksplorasi 50 Persen Cekungan Migas RI
Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong (FOTO: NET)

TANGERANG - Asosiasi pelaku sektor hulu migas, Indonesian Petroleum Association (IPA), siap menggelar konferensi serta pameran tahunan IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 pada 2026.

Kegiatan ini dijadwalkan terlaksana pada Rabu hingga Jumat, 20–22 Mei 2026, bertempat di ICE BSD City, Tangerang, dengan tajuk '50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth'.

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menyebutkan bahwa perhelatan ini hadir saat kondisi geopolitik dunia sedang tidak stabil, yang mana kondisi tersebut berisiko mengganggu pasokan energi nasional lantaran Indonesia masih bergantung pada impor.

Baginya, situasi geopolitik global saat ini menjadi waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memperkokoh ketahanan energi nasional lewat peningkatan produksi migas domestik. Hal ini mengingat potensi yang tersedia masih sangat luas, di mana lebih dari 50 persen cekungan migas di tanah air belum tersentuh eksplorasi, terutama di kawasan timur dan perairan dalam.

"Memang 50 cekungan ini lokasinya itu memang di tempat laut dalam atau yang timur yang infrastrukturnya kurang, atau di daerah barat yang cukup banyak infrastrukturnya tapi punya tingkat kesulitan teknis yang besar. Jadi memerlukan teknologi dan biaya yang besar," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (12/5/2026).

Sebab itu, Marjolijn menekankan bahwa konsistensi kebijakan pemerintah, adanya kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta skema fiskal yang menarik menjadi faktor krusial untuk menggaet para investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua