Darurat Judi Online: 200.000 Anak Indonesia Terancam Bahaya Laten
- Jumat, 15 Mei 2026
JAKARTA - Kegiatan judi online kini tidak cuma menyasar orang dewasa, tetapi sudah menjalar cepat ke anak-anak berumur 10 tahun ke bawah.
Kejadian ini merupakan ancaman serius bagi masa depan negara karena iklan judi online tersebar luas di dunia digital dengan janji uang instan yang menggoda korban.
Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI menyatakan bahwa judi online bukan sekadar permainan digital biasa.
Baca JugaPGEO Hemat Energi 90.502 MWh di 2025, Operasi Rendah Karbon Menguat
Kegiatan ilegal ini memberikan efek sistemik pada hancurnya ekonomi keluarga, menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sampai merusak relasi sosial.
Meutya menekankan banyak perempuan menjadi korban secara tidak langsung ketika suami atau ayah mereka terjebak dalam perjudian tersebut.
Meutya memaparkan data yang merisaukan bahwa sekitar 200.000 anak di Indonesia sudah terpapar judi online, termasuk mereka yang masih sangat kecil.
"Hampir 200.000 anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80.000 anak di bawah 10 tahun," ujar Meutya dalam kegiatan kampanye tolak judi online, Kamis (14/5/2026).
Baginya, jumlah tersebut mesti menjadi peringatan keras soal risiko pemakaian media digital tanpa pantauan. Ia menyebut judi online adalah skema penipuan (scam) yang dibuat agar pemain pasti rugi dalam waktu lama.
"Karena itu, kami semua harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kami dari maraknya praktik ilegal ini," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Meutya berjanji akan terus memperkuat pemutusan akses situs dan konten terlarang. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tegas pada pelaku harus sejalan dengan blokir akses supaya situs baru tidak muncul lagi.
Kementerian Komunikasi dan Digital memerlukan kerja sama solid dari Polri, OJK, perbankan, hingga penyedia platform digital. Selain hukum, peran masyarakat menjadi pertahanan yang paling utama.
"Kami tidak hanya menutup akses atau melakukan take down. Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas," tutur Meutya.
Rudianto Lallo selaku Anggota Komisi III DPR RI mendesak pemerintah agar memasukkan edukasi bahaya judi online ke kurikulum atau aktivitas sekolah.
Ia berpendapat anak-anak yang sedang tumbuh perlu diberi pemahaman sebelum terperosok lebih dalam.
"Iya, (edukasi di sekolah), penting. Saya kira itu penting karena sudah banyak contoh-contoh yang pada akhirnya ketika remaja terlibat itu sangat berbahaya," kata Rudianto.
Rudianto memberi peringatan bahwa adiksi judi online bisa merusak mental anak muda dan memicu aksi kriminal, seperti pencurian atau kekerasan karena emosi yang labil.
"Sejak dini memang harus diedukasi, sejak dini harus dikampanyekan khususnya bahaya laten dari judi online," pungkasnya.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












