Operasi SAR Selesai, 23 WNI Selamat dari Kapal Karam Malaysia
JAKARTA - Otoritas Malaysia secara resmi telah menghentikan misi pencarian dan penyelamatan bagi para korban kecelakaan kapal karam yang membawa migran asal Indonesia di area perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia.
Secara total, ada 39 warga negara Indonesia yang berhasil dievakuasi dari area musibah tersebut.
"Sebelumnya, informasi awal yang disampaikan oleh Pihak Malaysia berdasarkan interview dengan awak kapal yang selamat, jumlah penumpang kapal sebanyak 37 orang, dengan 14 orang dinyatakan hilang," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
"Namun demikian, dalam proses operasi pencarian di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban sehingga total korban yang berhasil ditemukan mencapai 39 orang," sambungnya.
Merujuk pada hasil pemutakhiran data, tercatat 23 WNI berstatus selamat, sementara 16 individu lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Heni memaparkan bahwa sebanyak 23 WNI yang selamat tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.
"Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia," kata Heni.
Perwakilan KBRI Kuala Lumpur hingga kini masih intensif berkontak dengan aparat Malaysia guna mengawal jalannya identifikasi dan menyalurkan pertolongan bagi korban yang selamat.
Kemlu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SAR beserta Kepolisian Maritim Malaysia atas kerja keras mereka dalam upaya pencarian dan penanganan seluruh korban kecelakaan tersebut.
"KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan terhadap para korban selamat, serta fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan bagi para WNI terdampak dan keluarganya," tuturnya.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, aktivitas pencarian dan penyelamatan korban kapal terbalik yang memuat puluhan WNI di laut Pulau Pangkor, Malaysia, kini sudah dinyatakan selesai.
Penyelesaian operasi ini diambil karena tim penyelamat di lokasi tidak lagi menemukan tanda-tanda adanya korban tambahan dalam beberapa hari terakhir.
Kapal yang diduga membawa 37 penumpang tanpa dokumen keimigrasian legal itu tenggelam di perairan negara bagian Perak, Malaysia.
Insiden fatal ini menelan korban jiwa hingga memaksa dilaksanakannya operasi pencarian bersama yang berlangsung selama hampir satu pekan.
Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) wilayah Perak memastikan bahwa kegiatan pencarian dan penolongan telah ditutup secara resmi pada Sabtu (16/5).
Kebijakan itu diputuskan setelah tidak ditemukan lagi indikasi korban baru di sepanjang zona penyisiran.
Dilansir dari Anadolu, operasi tim SAR sendiri telah digerakkan semenjak kapal karam pada Senin (11/5).
Langkah evakuasi ini melibatkan berbagai unsur instansi terkait, mulai dari Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, aparat Kepolisian Maritim, hingga bantuan dari komunitas nelayan lokal.
Pihak MMEA Perak menyebutkan bahwa informasi menyangkut total penumpang di kapal tersebut disinyalir kurang akurat sejak awal mula insiden.
"Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat," demikian pernyataan MMEA Perak.