Bahlil Dorong Pengusaha Daerah Kelola Blok Migas Baru

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 29 Mei 2026
Bahlil Dorong Pengusaha Daerah Kelola Blok Migas Baru
Bahlil Dorong Pengusaha Daerah Kelola Blok Migas Baru (FOTO: NET)

MIMIKA - Pemerintah terus memacu percepatan ketahanan dan swasembada energi nasional guna memenuhi kebutuhan domestik dan menghadapi situasi geopolitik global.

Langkah strategis ini diterapkan melalui percepatan kegiatan eksplorasi serta perluasan sektor minyak dan gas bumi untuk mencapai target produksi nasional sebesar 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2029.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, membuka kesempatan investasi secara luas melalui pelelangan sejumlah Wilayah Kerja Migas potensial sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan cadangan energi nasional.

“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” ujar Bahlil dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (28/5/2026).

Hingga bulan Mei 2026, Kementerian ESDM tercatat telah memetakan sebanyak 118 Wilayah Kerja (WK) Migas yang potensial.

Secara lebih terperinci, terdapat 43 wilayah yang saat ini dalam proses studi bersama, 50 wilayah memasuki tahapan penawaran studi serta akuisisi data baru, dan 25 wilayah telah resmi ditandatangani termasuk 8 WK dari hasil lelang tahun 2025 yang prosesnya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM.

Kedelapan wilayah kerja tersebut meliputi Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

WK Gagah berlokasi di daratan Sumatera Selatan dengan potensi cadangan mencapai 173 juta barel minyak dan 1,1 Trillion Cubic Feet (TCF) gas, serta nilai komitmen pasti sebesar USD4,25 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

WK Bintuni berada di area daratan serta perairan Papua Barat yang menyimpan potensi gas sebesar 2,1 TCF, nilai komitmen pasti senilai USD16,55 juta, serta bonus tanda tangan sebesar USD1,25 juta.

WK Karunia terletak di kawasan daratan dan perairan Sumatera Utara serta Riau dengan potensi 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, nilai komitmen pasti sebesar USD9,9 juta, dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

WK Drawa berlokasi di perairan Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan kapasitas potensi sebesar 0,36 TCF gas, total komitmen pasti USD6,45 juta, serta bonus tanda tangan USD200 ribu.

WK Jalu berada di kawasan perairan Laut Andaman dengan potensi simpanan gas sebanyak 2,9 TCF, total komitmen pasti USD6,6 juta, dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

WK Southwest Andaman di kawasan lepas pantai Laut Andaman menyimpan potensi gas sebanyak 3 TCF, dengan komitmen pasti mencapai USD8,2 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

WK Barong berlokasi di wilayah perairan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dengan potensi gas sebesar 2,9 TCF, total nilai komitmen pasti USD2,5 juta, serta bonus tanda tangan USD200 ribu.

WK Nawasena yang mencakup area daratan dan perairan Jawa Timur memiliki potensi gas sebesar 1,3 TCF, dengan komitmen pasti USD3,5 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Secara kumulatif, kedelapan wilayah kerja ini mengumpulkan komitmen pasti senilai USD57,95 juta dan bonus tanda tangan sebesar USD3,15 juta, dengan estimasi total sumber daya mencapai 255 juta barel minyak serta 13,79 TCF gas.

Menteri ESDM menilai bahwa penandatanganan kerja sama ini mencerminkan besarnya minat para investor terhadap sektor hulu migas di Tanah Air.

Masuknya investasi tersebut diproyeksikan dapat menjadi stimulus utama dalam penemuan cadangan baru, mendongkrak angka produksi nasional, memberikan kontribusi pada pendapatan negara, hingga membuka lapangan kerja baru.

Oleh karena itu, Menteri ESDM meminta agar pelaku usaha lokal di daerah diberikan kesempatan penawaran yang setara untuk menjadi kontraktor, dengan syarat mutlak wajib kompeten dan memiliki kapabilitas di sektor migas. “Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan semua kontraktor orang Jakarta semua. Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama (mereka) profesional,” ujarnya.

Menteri ESDM juga menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, SKK Migas, dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama agar kesepakatan dapat berjalan sesuai regulasi, rampung tepat waktu, serta mampu menaikkan produksi migas.

“Saya minta jangan lagi diperlambat investor di KKKS. Di hulu migas ini resikonya besar, jangan dipersulit, harus dipermudah. Tapi kalau pengusahanya sudah kita bantu, sudah sesuai aturan, tapi dia dalam implementasinya masih aneh-aneh, artinya perlu diluruskan. Berarti itu yang tidak mau melakukan kerja sama. Kami butuh kerja sama yang baik, kami butuh kolaborasi yang baik untuk saling mendukung agar apa yang menjadi mimpi cita-cita dan program kami, bisa kami wujudkan bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua