BPH Migas Temukan Truk Modifikasi Penyalahguna BBM Subsidi
JEPARA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendapati praktik kecurangan pemanfaatan BBM bersubsidi memakai armada truk yang bagian tangkinya telah diubah suai serta memanfaatkan beragam tanda nomor kendaraan bermotor beserta QR Code yang berlainan.
Temuan tersebut didapatkan sewaktu melangsungkan agenda monitoring pendistribusian BBM bersubsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026).
Pimpinan BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan, armada truk itu disinyalir menjalankan aksinya lewat sistem 'helikopter' yaitu berulang kali bersandar ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan BBM bersubsidi berskala masif.
Di mana armada truk tersebut mengangkut 16 buah QR Code serta 18 pasang pelat nomor kendaraan tiruan.
Wahyudi memaparkan, armada truk mengoperasikan banyak QR Code beserta pelat nomor yang berlainan demi mengelabui sistem pemantauan agar histori pembelian yang janggal tidak terbaca.
"Tadi transaksinya terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Secara fisik kondisi truk kurang baik. Dari tangki BBM truk terhubung dengan selang untuk naik ke tangki atas. Kemudian, dapat menampung BBM hingga 1.000 liter pembelian BBM subsidi," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).
Pada momentum yang sama, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menjelaskan, taktik seperti ini tergolong sulit diendus apabila cuma mengandalkan pantauan mata secara langsung ataupun lewat rekaman lensa pengawas.
Proses jual beli tampak seperti biasa, namun sehabis dijalankan inspeksi secara lebih saksama barulah didapati wadah tampungan ekstra bervolume besar di bagian dalam mobil tersebut.
"Kalau kami melihat kasat mata dan dari kamera CCTV, tidak ada transaksi anomali (mencurigakan). Tetapi begitu kami lakukan pengecekan ulang, di dalam truk ternyata ada tangki besar," ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengimbau warga, pebisnis sektor hilir migas, Aparat Penegak Hukum, beserta segenap elemen terkait untuk bergotong-royong mengontrol peredaran BBM bersubsidi supaya faedahnya betul-betul diperoleh oleh kalangan yang berhak.
"Agar BBM subsidi ini bisa diberikan kepada orang yang berhak, BBM harus tepat sasaran," ucapnya.