BPH Migas Bongkar Modus Helikopter Penyelewengan BBM Subsidi

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 02 Juni 2026
BPH Migas Bongkar Modus Helikopter Penyelewengan BBM Subsidi
BPH Migas Lakukan Pengawasan di Jepara (FOTO: NET)

JEPARA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendapati praktik penyelewengan BBM bersubsidi yang menggunakan truk dengan cara mengubah tangki kendaraan serta memakai beberapa pelat nomor dan QR Code berlainan.

Temuan tersebut diperoleh ketika melangsungkan agenda monitoring distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026).

Pimpinan BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan, armada truk itu disinyalir bekerja lewat metode 'helikopter', yakni berulang kali masuk dan keluar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi memborong BBM subsidi dalam volume masif.

Pada aksinya, truk itu memboyong serta 16 QR Code dan 18 pasang pelat nomor polisi kendaraan tiruan.

Wahyudi menguraikan, pemanfaatan banyak QR Code dan pelat nomor yang berganti-ganti itu sengaja dilakukan demi mengelabuhi sistem monitoring agar pembelian yang mencurigakan tidak terbaca.

"Tadi transaksinya terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Secara fisik kondisi truk kurang baik. Dari tangki BBM truk terhubung dengan selang untuk naik ke tangki atas. Kemudian, dapat menampung BBM hingga 1.000 liter pembelian BBM subsidi," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Di tempat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menjelaskan, rekayasa seperti ini sulit diendus sekadar lewat pemantauan mata maupun tangkapan kamera pemantau.

Proses pembelian tampak biasa saja, akan tetapi sehabis dilaksanakan investigasi yang lebih detail barulah diketahui adanya tangki ekstra bervolume jumbo di bagian dalam kendaraan.

"Kalau kami melihat kasat mata dan dari kamera CCTV, tidak ada transaksi anomali (mencurigakan). Tetapi begitu kami lakukan pengecekan ulang, di dalam truk ternyata ada tangki besar," ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau warga, pelaku bisnis hilir migas, Aparat Penegak Hukum, serta segenap elemen terkait untuk bergotong royong memantau peredaran BBM bersubsidi sehingga fungsinya betul-betul diterima oleh kalangan yang layak.

"Agar BBM subsidi ini bisa diberikan kepada orang yang berhak, BBM harus tepat sasaran," ucapnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua