Lewat NBCAP, Vietnam Maksimalkan Potensi Karbon Biru

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama.

Selasa, 02 Juni 2026
Lewat NBCAP, Vietnam Maksimalkan Potensi Karbon Biru
NBCAP (FOTO: NET)

VIETNAM - Sejak awal tahun 2026, National Blue Carbon Action Partnership (NBCAP) telah diinisiasi untuk mengintegrasikan kerja sama lebih dari 350 instansi, tenaga ahli, otoritas pengatur, pelaku usaha, serta mitra pembangunan.

Program ini sengaja disusun menggunakan pola kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memenuhi kebutuhan mendesak akan adanya sistem penghubung sumber daya yang jauh lebih kokoh.

Unsur kepemimpinan di dalam NBCAP diisi oleh jajaran perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup, UNDP, World Economic Forum (WEF), Kedutaan Besar Inggris, hingga praktisi di bidang iklim serta perlindungan laut.

Menurut pihak UNDP, metode seperti ini bakal memastikan setiap kebijakan dan keputusan terkait karbon biru selalu didasarkan pada keselarasan regulasi, basis keilmuan, aspek finansial, serta penerapan riil di lapangan.

Wakil Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup, Le Cong Thanh, mengungkapkan bahwa wadah ini memiliki peran strategis untuk menyelaraskan kebijakan, saling bertukar informasi, menghimpun sumber daya, sekaligus menggalakkan gerakan karbon hijau.

Upaya tersebut dinilai sangat vital mengingat ancaman dampak perubahan iklim yang terus membayangi kawasan pesisir di negara tersebut.

"Ekosistem karbon biru tidak hanya memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbon dengan efisiensi tinggi, tetapi juga bertindak sebagai perisai alami, membantu mengurangi risiko bencana alam, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, dan menciptakan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat setempat," tegas Bapak Thanh.

Bagi negara ini, menjaga kelestarian ekosistem tersebut sudah menjadi bagian integral dari rencana pembangunan ekonomi maritim, penguatan adaptasi iklim, sekaligus pemenuhan janji di tingkat global.

Kendati potensi besar dari karbon biru ini sudah disadari betul, tantangan terbesarnya saat ini adalah mengonversi kelebihan alam tersebut menjadi bentuk proyek serta investasi yang konkret.

Duta Besar Inggris untuk Vietnam, Iain Frew, memaparkan bahwa kawasan pesisir serta lahan basah di negara ini mempunyai kapabilitas menyerap karbon hingga dua sampai empat kali lipat lebih berdaya guna ketimbang hutan daratan.

Oleh sebab itu, dirinya menggarisbawahi perihal pentingnya memandang ekosistem ini sebagai aset yang sangat strategis.

Walaupun otoritas setempat sudah menjalankan beragam regulasi seperti Program Perlindungan Hutan Pesisir hingga Strategi Nasional Keanekaragaman Hayati, pihak Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup mengidentifikasi bahwa gerakan karbon biru saat ini kondisinya masih terpisah-pisah dan kerap terbentur masalah keterbatasan dana serta keselarasan antar sektor.

Kehadiran NBCAP diharapkan mampu menjadi jalan keluar untuk memecahkan kendala tersebut lewat Kelompok Kerja Implementasi yang fokus pada regulasi, pendanaan hijau, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta.

Perwakilan UNDP di negara ini, Ibu Ramla Khalidi, menerangkan bahwa proses konversi dari potensi menjadi tata kelola yang riil dan efektif merupakan poin yang krusial.

NBCAP dibentuk khusus untuk mengurai beragam problem lintas disiplin ilmu yang mustahil dirampungkan oleh satu pihak mandiri saja.

"Komposisi kepemimpinan NBCAP yang beragam mencerminkan pendekatan kolaboratif dan multi-pemangku kepentingan sejak awal, karena keberhasilan dalam keberlanjutan karbon tidak dapat berasal dari satu lembaga atau proyek saja," ujar Ibu Ramla.

Untuk saat ini, UNDP mengambil peran sebagai pihak sekretariat yang mengaitkan antara kebijakan regulasi dan keahlian di bidang teknis.

Di sisi lain, otoritas Inggris juga konsisten mengalirkan sokongan lewat Dana Planet Biru demi mempermudah eskalasi implementasi solusi di lapangan.

Melalui sistem koordinasi yang terstruktur dengan matang, NBCAP diproyeksikan mampu menjadi perantara bagi negara ini demi mewujudkan sektor ekonomi laut yang selaras dengan target emisi nol bersih.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua