HIPKA Kaltim Minta Hilirisasi Dipercepat demi Ekonomi Daerah

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 18 Juni 2026
HIPKA Kaltim Minta Hilirisasi Dipercepat demi Ekonomi Daerah
Ilustrasi aktivitas nelayan di Kaltim (FOTO: NET)

SAMARINDA - Ketergantungan Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap sektor pertambangan dan komoditas mentah dinilai masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan ekonomi daerah.

Hilirisasi disebut sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi di tengah potensi perlambatan sektor unggulan.

Ketua BPW Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kaltim, Salman Farasi, mengatakan hingga saat ini perekonomian daerah masih ditopang oleh empat sektor utama, yakni pertambangan, minyak dan gas bumi (migas), crude palm oil (CPO), serta industri berbasis sumber daya alam lainnya.

Namun, menurutnya, sebagian besar hasil produksi tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh daerah belum optimal.

“Selama ini sektor unggulan kami masih didominasi tambang, migas, CPO, dan sektor sumber daya alam lainnya. Persoalannya, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah, sementara hilirisasinya justru dilakukan di daerah lain,” kata Salman, Rabu (17/6/2026).

Ia menilai hilirisasi dapat menciptakan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

Selain membuka lapangan kerja baru, kebijakan tersebut juga mampu menggerakkan sektor usaha pendukung dari hulu hingga hilir.

Menurut Salman, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah agar mampu mendorong investasi industri pengolahan di Kaltim.

Karena itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah masukan yang akan disampaikan kepada pemerintah untuk memperkuat agenda hilirisasi.

Salah satu contoh yang disorot adalah wacana konversi batubara menjadi gas yang selama ini telah beberapa kali dibahas, namun belum menunjukkan implementasi nyata.

“Kalau sektor utama mengalami penurunan, harus ada sektor ekonomi alternatif yang siap menggantikan. Jangan sampai ketika aktivitas tambang menurun, ekonomi daerah ikut terdampak signifikan,” ujarnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua