PHR dan SKK Migas Dukung Pelestarian Budaya Riau Lewat Buku Pantun

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 03 Juli 2026
PHR dan SKK Migas Dukung Pelestarian Budaya Riau Lewat Buku Pantun
Rahmat Pantun menerima bantuan biaya penerbitan (FOTO: NET)

ROKAN HILIR - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama SKK Migas secara formal memberikan dukungan pendanaan pengadaan buku kepada Ketua Lembaga Tepak Sirih Kabupaten Rokan Hilir, Muhammad Sarbaini, yang akrab disapa Rahmat Pantun.

Bantuan sejumlah Rp5.000.000 itu diserahkan guna menunjang pencetakan literatur lokal sebagai wujud aksi menjaga kebudayaan daerah.

Dukungan sponsor tersebut dikhususkan untuk pengadaan buku bertajuk Pesona Riau dalam Rima, sebuah tulisan yang berisi kompilasi pantun ajakan wisata serta kebudayaan Riau.

Buku tersebut disusun langsung oleh Rahmat Pantun sebagai perwujudan peran aktif dalam menjaga serta merawat warisan budaya takbenda di Provinsi Riau.

Pemberian bantuan ini merupakan wujud kontribusi konkret PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas terhadap peningkatan literasi sekaligus pemeliharaan budaya setempat di area kerja perseroan.

Menanggapi suport itu, Muhammad Sarbaini mengutarakan rasa syukur serta penghargaan tinggi kepada PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas atas perhatian yang disampaikan kepada para penggerak budaya di wilayah itu.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHR dan SKK Migas atas bantuan sponsorship ini," ujar Rahmat Pantun usai menerima penyerahan bantuan secara simbolis.

Menurut dari Sumbernya, dana tersebut menjadi suntikan semangat bagi para seniman serta budayawan di Kabupaten Rokan Hilir untuk senantiasa berkarya dan merawat jati diri budaya Melayu Riau.

Rahmat Pantun menerangkan, lewat buku Pesona Riau dalam Rima, dirinya memiliki harapan agar kekayaan objek wisata serta keelokan budaya daerah Riau bisa diketahui lebih luas, tidak hanya oleh penduduk lokal namun juga oleh kaum muda serta masyarakat di luar kawasan tersebut.

Pengomunikasian pesan lewat pantun, menurut dari Sumbernya, menjadi sarana yang manjur guna mengenalkan nilai-nilai kebudayaan secara memikat dan berkarakter.

"Melalui untaian bait pantun yang khas, kami berharap masyarakat semakin mengenal pesona wisata dan kekayaan budaya Riau. Ini juga menjadi upaya untuk menjaga agar tradisi berpantun tetap hidup di tengah perkembangan zaman," katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua