Brigjen Robertus Beberkan Korupsi Batu Bara Pemicu Listrik Padam

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 07 Juli 2026
Brigjen Robertus Beberkan Korupsi Batu Bara Pemicu Listrik Padam
Direktur Penindakan (Dirtindak) Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala Penindakan Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi Polri, Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, menerangkan indikasi rasuah suplai batu bara ditengarai jadi keliru satu pemicu terjadinya padam listrik total di beberapa kawasan tanah air.

Perwira tinggi berpangkat bintang satu ini menyampaikan indikasi penyelewengan pengadaan pemenuhan kepentingan pasokan batu bara pada beberapa pembangkit listrik tenaga uap periode 2018-2026 berdampak pada mati lampu massal di area Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian Jabodetabek.

"Akibat perbuatan tersebut, ditambah dengan kerugian perekonomian terkait dengan terjadinya blackout, diindikasikan telah terjadi kerugian keuangan negara dan atau perekonomian negara kurang lebih Rp5 triliun," kata Robertus dalam konferensi pers, Senin (6/7/2026).

Robertus memaparkan pihak dari Sumbernya tengah berkonsolidasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan demi mengalkulasi nominal kerugian negara lewat pemeriksaan investigatif.

"Serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain baik secara individu maupun korporasi berdasarkan alat bukti yang kita peroleh," tuturnya.

Aparat tinggi kepolisian tersebut sekarang secara sah menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Sehat 6 Oktober 2025, ia pun mengemban tugas baru selaku Direktur Penelusuran dan Pengamanan Aset di Korps Tindak Pidana Korupsi Polri.

Pada sisi lain, sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sempat menepis kabar burung yang mengabarkan kelangkaan batu bara menjadi pemicu padamnya aliran listrik di beberapa wilayah Pulau Jawa.

Bahlil menilai kendala kelistrikan yang sempat dirasakan warga disebabkan problem pada beberapa unit mesin pembangkit listrik seperti yang dilaporkan PT PLN (Persero).

"Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ujaran itu dilontarkan Bahlil sesudah pemadaman listrik terdata berlangsung nyaris serentak di beberapa wilayah, terhitung Bandung, Bekasi, serta Depok, pada Rabu (10/6/2026), sehingga mengacaukan aktivitas warga.

Lalu, bagaimanakah figur Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo?

Berikut merupakan rekam jejaknya.

Mengenal Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo

Brigjen Robertus Yohanes De Deo merupakan seorang aparatur tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ia terlahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 11 Februari 1975 silam.

Robertus Yohanes ialah lulusan Akademi Kepolisian 1999.

Di angkatan Akpol 1999, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik serta berhak memperoleh predikat Adhi Makayasa.

Robertus mempunyai rekam jejak pekerjaan yang sangat gemilang di institusi Polri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua