Potensi Besar Energi Terbarukan di Vietnam dan Global
JAKARTA - Energi terbarukan adalah sumber daya yang bisa dipulihkan lebih cepat dari laju konsumsinya.
Sebagai aset berharga, energi jenis ini kian memperkuat peran strategisnya dalam lanskap energi global.
Di tengah krisis bahan bakar fosil dan perubahan iklim, dunia kini beralih secara masif ke energi terbarukan.
Berbagai negara menyadari pentingnya transisi ini, tidak hanya demi lingkungan tetapi juga demi ketahanan energi di masa mendatang.
Uni Eropa, AS, dan Tiongkok menjadi garda terdepan dalam mengganti bahan bakar fosil lewat target yang progresif.
Uni Eropa menargetkan peningkatan bioenergi dan terbarukan hingga 60% di 2030, serta menaikkan kapasitas angin lepas pantai 25 kali lipat untuk mencapai netralitas karbon tahun 2050.
AS menerapkan regulasi seperti IIJA dengan alokasi $550 miliar untuk mendukung energi bersih.
Selain itu, IRA senilai $430 miliar memperkokoh keamanan energi dan memacu produksi energi hijau.
Investasi global di sektor ini melonjak ke angka $1,7 triliun sejak 2023, di mana AS berkontribusi sebesar $303 miliar.
Tiongkok, yang dulunya sangat bergantung pada bahan bakar fosil, kini menjadikan pengembangan energi terbarukan sebagai prioritas utama ekonomi negara.
Pemerintah Tiongkok mematok target pangsa bahan bakar terbarukan sebesar 25% pada 2030 melalui reformasi energi nasional.
Vietnam memiliki keunggulan geografis berupa garis pantai yang panjang dan iklim tropis yang sangat mendukung industri energi terbarukan.
Berdasarkan data Bank Dunia, Vietnam termasuk dalam jajaran 14 negara dengan potensi tenaga air terbesar, didukung oleh 387 pembangkit berkapasitas lebih dari 8.000 MW.
Wilayah pesisir tengah, selatan, dan Dataran Tinggi Tengah memiliki potensi energi angin yang luar biasa.
Hingga akhir 2023, total kapasitas pembangkit listrik nasional mencapai 80.555 MW, dengan 21.664 MW di antaranya berasal dari sumber surya dan angin.
Pemerintah Vietnam telah menetapkan Strategi Pengembangan Energi Terbarukan hingga 2030 dengan visi 2050 yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Fokus pengembangannya meliputi sektor surya, angin, dan biomassa, dibarengi kolaborasi internasional demi penguasaan teknologi.
Masa depan energi bersih menawarkan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi dunia melalui penurunan jejak karbon.
Investasi ini tidak sekadar membuka lapangan kerja, tetapi juga menjamin keberlanjutan sistem energi bagi masa depan.