Inovasi UPNVY-PTBA: Kaliandra Merah Jadi Sumber Energi Berkelanjutan

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 24 Juni 2026
Inovasi UPNVY-PTBA: Kaliandra Merah Jadi Sumber Energi Berkelanjutan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membudidayakan tanaman kaliandra merah (FOTO: NET)

YOGYAKARTA - Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta tengah mengolah Kaliandra Merah sebagai komoditas energi terbarukan bekerja sama dengan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Terobosan ini menjadi langkah nyata dalam menyokong target Net Zero Emission 2060 sekaligus mengukuhkan posisi UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai Energy University dan Kampus Bela Negara.

Ketua Senat sekaligus Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nurcholis, M.Agr, menyatakan bahwa Kaliandra Merah menyimpan potensi besar sebagai alternatif energi ramah lingkungan, utamanya untuk produksi pelet kayu.

“Kaliandra Merah merupakan tanaman yang adaptif dan mampu tumbuh di lahan marjinal. Dengan pengelolaan yang tepat, tanaman ini dapat menjadi sumber energi biomassa berkelanjutan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Prof. Nur Cholis.

Menurutnya, tanaman ini unggul karena masa panen perdana hanya memerlukan waktu dua tahun dan bisa dipanen rutin tiap tahun berkat sistem tunas yang beregenerasi.

Selain itu, tanaman tersebut memiliki nilai kalor yang melampaui 4.300 kkal/kg menurut pengujian PT Sucofindo, sehingga sangat layak dijadikan bahan baku energi biomassa.

Di samping fungsi energinya, Kaliandra Merah memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan perekonomian warga.

Bunganya yang banyak mampu menunjang budidaya lebah madu guna membentuk ekosistem usaha berbasis masyarakat.

Kemitraan pengembangan Kaliandra Merah antara UPN “Veteran” Yogyakarta dan PT Bukit Asam sudah dimulai sejak 2019 melalui tahap kajian pra-Feasibility Study (pra-FS).

Dalam riset awal itu, Kaliandra Merah bersama Sorgum Manis diteliti sebagai calon sumber energi biomassa.

Kolaborasi berlanjut pada 2023 lewat studi kelayakan (Feasibility Study) yang mengkhususkan pengembangan Kaliandra Merah menjadi pelet kayu di lahan bekas tambang PT Bukit Asam.

Tahap implementasi dimulai dengan kegiatan percontohan proyek pada Oktober 2023 sebagai persiapan menuju skala industri.

Prof. Nur Cholis menjelaskan bahwa pemakaian Kaliandra Merah selaras dengan prinsip siklus karbon hijau.

Tanaman menyerap karbon dioksida melalui proses fotosintesis, sehingga karbon yang dilepaskan saat digunakan sebagai energi adalah bagian dari siklus alami, tidak seperti emisi bahan bakar fosil.

“Biomassa memiliki peran penting dalam transisi energi karena memanfaatkan karbon yang berada dalam siklus permukaan, bukan karbon fosil baru dari dalam bumi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan pabrik pengolahan harus berada dekat dengan lokasi budidaya agar efisien dalam memangkas biaya logistik serta menekan emisi transportasi.

Ke depan, Kaliandra Merah berpeluang memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk mendukung kemandirian energi di daerah kepulauan.

Sinergi UPN “Veteran” Yogyakarta dan PT Bukit Asam adalah contoh nyata kolaborasi perguruan tinggi serta industri dalam menciptakan solusi energi bersih.

Melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan, Kaliandra Merah diharapkan dapat menjadi opsi energi untuk membantu Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua