JAKARTA - Memasuki fase awal bulan Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memberikan angin segar bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Berdasarkan laporan terkini yang dilansir melalui Liputan6, tercatat masih tersedia sekitar 89 ribu kursi untuk keberangkatan periode pralebaran, tepatnya pada tanggal 11 hingga 20 Maret 2026. Ketersediaan kuota yang cukup signifikan ini menjadi kesempatan emas bagi pemudik yang ingin menghindari puncak arus mudik yang biasanya terjadi mendekati hari raya Idulfitri.
Langkah KAI Daop 1 Jakarta dalam merilis data keterisian kursi secara transparan bertujuan untuk mengedukasi calon penumpang agar lebih bijak dalam menentukan jadwal keberangkatan. Dengan sisa puluhan ribu kursi tersebut, masyarakat diharapkan dapat segera melakukan reservasi guna mendapatkan waktu perjalanan yang ideal dan menghindari risiko kehabisan tiket pada tanggal-tanggal favorit. Pergerakan angka kursi ini sangat dinamis, sehingga kecepatan dalam pengambilan keputusan menjadi kunci utama kesuksesan mudik tahun 2026 ini.
Distribusi Kursi dan Rute Strategis dari Jakarta
Sisa 89 ribu kursi tersebut mencakup keberangkatan dari dua stasiun utama di Jakarta, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. PT KAI memastikan bahwa kuota ini tersebar merata untuk berbagai kelas pelayanan, mulai dari Eksekutif, Bisnis, hingga Ekonomi New Generation. Penjualan tiket pada periode 11-20 Maret ini diprediksi akan terus meningkat tajam seiring dengan mendekatnya tanggal keberangkatan.
Beberapa rute jarak jauh yang masih memiliki ketersediaan kursi antara lain tujuan:
Jawa Tengah: Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Purwokerto.
Jawa Timur: Surabaya, Malang, dan Madiun.
Jawa Barat: Bandung dan Cirebon.
Meskipun angka 89 ribu terlihat besar, distribusi per hari menunjukkan bahwa tingkat okupansi pada akhir pekan di periode tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari kerja.
Oleh karena itu, bagi masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu, sangat disarankan untuk memilih keberangkatan pada hari Senin hingga Kamis guna memastikan ketersediaan kursi yang lebih longgar.
Digitalisasi Reservasi dan Pencegahan Praktik Percaloan
KAI Daop 1 Jakarta kembali menegaskan bahwa seluruh proses pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta mitra penjualan resmi lainnya. Penggunaan sistem satu identitas (satu NIK untuk satu tiket) telah terbukti efektif dalam meminimalisir ruang gerak spekulan atau calo tiket yang sering meresahkan masyarakat saat musim mudik.
Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai tawaran tiket dari pihak-pihak tidak resmi yang menjanjikan ketersediaan kursi pada rute yang sudah habis. Jika sebuah rute menunjukkan status "Habis" pada aplikasi, calon penumpang disarankan untuk memanfaatkan fitur Connecting Train.
Fitur ini memungkinkan sistem mencarikan rute alternatif dengan menyambungkan dua rangkaian kereta berbeda melalui stasiun persinggahan, sehingga perjalanan menuju kampung halaman tetap dapat terlaksana meskipun tiket langsung sudah terjual habis.
Kesiapan Sarana dan Standar Keselamatan Angkutan Lebaran
Menjelang operasional angkutan Lebaran pada Maret 2026, Daop 1 Jakarta telah melakukan serangkaian persiapan teknis maupun non-teknis. Seluruh rangkaian kereta menjalani pemeriksaan rutin (ramp check) guna memastikan kehandalan mesin, sistem pengereman, hingga fasilitas kenyamanan di dalam gerbong. KAI berkomitmen bahwa meskipun volume penumpang meningkat, standar keselamatan tidak akan dikurangi sedikit pun.
Selain kesiapan armada, pengaturan arus penumpang di Stasiun Gambir dan Pasar Senen juga diperketat. Penambahan petugas keamanan dan layanan pelanggan (customer service mobile) dilakukan untuk membantu pemudik dalam proses check-in dan verifikasi dokumen.
Penumpang diminta untuk datang ke stasiun minimal 60 menit sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terburu-buru dan meminimalisir risiko tertinggal kereta akibat antrean di pintu masuk.