JAKARTA - Memasuki pekan perdagangan di awal Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas (bullish consolidation).
Investor saat ini tengah mencermati rilis data inflasi domestik serta perkembangan suku bunga acuan global yang menjadi sentimen utama penggerak pasar.
Berdasarkan laporan dari Kontan, pelaku pasar juga mulai merespons rilis laporan keuangan tahunan (full year 2025) dari emiten-emiten blue chip yang secara umum menunjukkan kinerja positif.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang support 7.250 dan resistance 7.420. Jika indeks mampu bertahan di atas level psikologis 7.300, potensi pengujian ke level all-time high baru masih terbuka lebar, didorong oleh arus masuk modal asing (foreign net buy) yang kembali deras di sektor perbankan dan infrastruktur.
Sentimen Utama Pekan Ini
Beberapa faktor yang akan memengaruhi pergerakan pasar saham sepekan ke depan meliputi:
Rilis Data Inflasi Februari 2026: Investor menanti angka inflasi tahunan (YoY) yang diperkirakan tetap terjaga di dalam sasaran Bank Indonesia, memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat.
Musim Dividen: Antisipasi pembagian dividen (dividend season) dari emiten perbankan besar mulai memicu aksi beli selektif oleh investor jangka panjang.
Harga Komoditas: Fluktuasi harga minyak dan batu bara global masih memberikan dampak pada saham-saham sektor energi dan pertambangan.
Rekomendasi Saham Pilihan (Top Picks)
Berdasarkan analisis fundamental dan teknikal, berikut adalah daftar saham pilihan yang layak dicermati untuk perdagangan pekan ini:
Sektor Perbankan (Big Caps)
BBCA (PT Bank Central Asia Tbk):
Rekomendasi: Buy on Weakness.
Target Price: Rp10.500 - Rp10.750.
Alasan: Kinerja solid dan prospek dividen yang stabil menjadikannya pilihan utama sebagai penopang indeks.
BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk):
Rekomendasi: Trading Buy.
Target Price: Rp7.300 - Rp7.500.
Alasan: Pertumbuhan kredit yang ekspansif di awal tahun 2026.
Sektor Telekomunikasi & Infrastruktur
TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk):
Rekomendasi: Accummulate Buy.
Target Price: Rp4.200 - Rp4.350.
Alasan: Valuasi yang masih menarik didorong oleh penguatan bisnis pusat data (data center).
JSMR (PT Jasa Marga Tbk):
Rekomendasi: Buy.
Target Price: Rp5.500.
Alasan: Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang musim mudik Lebaran yang diprediksi meningkatkan volume lalu lintas tol.
Sektor Konsumsi (Consumer Goods)
ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk):
Rekomendasi: Hold/Buy.
Target Price: Rp12.000.
Alasan: Ketahanan daya beli masyarakat dan penurunan harga bahan baku gandum global.
Strategi Investasi bagi Retail
Mengingat IHSG yang masih bergerak fluktuatif, investor ritel disarankan untuk:
Diversifikasi Sektor: Jangan terpaku pada satu sektor saja; kombinasikan saham perbankan (stabilitas) dengan saham konsumsi atau infrastruktur (prospektif).
Manajemen Risiko: Tetapkan titik Stop Loss yang ketat jika indeks menembus level support kuat di 7.200.
Fokus pada Fundamental: Utamakan emiten dengan profil utang rendah dan arus kas operasional yang positif untuk menghadapi potensi ketidakpastian suku bunga global.