15 Kue Lebaran Jaman Dulu yang Enak dan Bikin Nostalgia!

Jumat, 06 Maret 2026 | 15:04:41 WIB
kue lebaran jaman dulu

Jakarta - Kue lebaran jaman dulu selalu identik dengan kenangan manis bagi anak-anak tahun 90-an. 

Beragam kue tradisional ini dulu menghiasi meja saat Hari Raya, memberikan sensasi rasa yang khas dan aroma yang menggoda. 

Beberapa jenis kue masih populer hingga saat ini, sementara sebagian lain mulai jarang muncul di perayaan modern. 

Menelusuri kembali kue-kue ini tentu membawa nostalgia tersendiri, mengingat momen berkumpul bersama keluarga sambil menikmati manisan favorit. 

Tidak lengkap rasanya tanpa menyebutkan kue-kue yang dulu selalu dinantikan setiap Lebaran. Jadi, apakah ada kue lebaran jaman dulu yang menjadi favoritmu?

Kue Lebaran Jaman Dulu Terfavorit 

Merayakan Hari Raya akan terasa kurang lengkap tanpa sajian khas yang menggugah selera. 

Saat kecil, banyak dari kita pasti bersemangat menunggu untuk mencicipi kue lebaran jaman dulu yang manis dan penuh kenangan.

1. Gemstone

Kue ini masih populer hingga saat ini dan dikenal dengan berbagai nama seperti Gem Rose atau kue monas. 

Bentuknya bulat kecil dan dihiasi krim warna-warni di bagian atas, menyerupai macaroon mini yang cantik. 

Tekstur krimnya renyah dan manis, membuat kue ini sangat cocok dinikmati sebagai camilan ringan saat berkumpul bersama keluarga. 

Selain tampilannya yang menarik, rasanya yang manis juga selalu sukses menghadirkan nuansa Lebaran yang ceria.

2. Kue Semprit

Termasuk kue kering klasik yang selalu hadir setiap Lebaran, kue semprit memiliki resep sederhana namun rasanya tetap lezat. 

Bentuknya yang unik dan aromanya yang harum langsung menghadirkan suasana nostalgia, mengingatkan pada momen berkumpul bersama keluarga saat merayakan Hari Raya. 

Kue ini menjadi favorit karena mudah dibuat, enak, dan selalu berhasil menambah keceriaan meja hidangan Lebaran.

3. Kue Bangkit Melayu

Kue tradisional khas Melayu ini dibuat dari tepung sagu sehingga memiliki tekstur yang renyah namun lumer di mulut. 

Kue ini kerap hadir sebagai suguhan di Hari Raya, memberikan cita rasa manis yang lembut dan aroma khas sagu yang menggugah selera. 

Selain rasanya yang unik, kue ini juga menyimpan nilai nostalgia, menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang sulit dilupakan bagi banyak orang.

4. Kue Sagon

Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung ketan dan kelapa, menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. 

Bentuknya beragam, mulai dari bulat, kotak, hingga seperti nugget kecil. Dulunya kerap menghiasi meja Lebaran, namun kini keberadaannya mulai jarang terlihat karena banyak digantikan oleh kue kering modern seperti nastar. 

Meski begitu, aroma kelapa dan rasanya yang manis tetap menghadirkan nuansa nostalgia bagi yang pernah menikmatinya.

5. Teng Teng atau Enting Kacang

Camilan klasik ini terbuat dari kacang tanah yang disangrai bersama gula merah, gula pasir, dan wijen. 

Rasanya manis dengan aroma karamel khas dan rasa kacang yang gurih, membuatnya jadi favorit anak-anak pada masa lalu. 

Teksturnya renyah dan mudah digigit, sehingga selalu jadi sajian yang dinanti saat Lebaran. 

Selain lezat, camilan ini juga mengingatkan pada kenangan masa kecil saat berkumpul bersama keluarga.

6. Pastel Mini

Varian mini dari pastel ini memiliki cita rasa gurih dan asin, berbeda dari kue kering manis khas Lebaran. 

Isinya beragam, mulai dari kentang, wortel, hingga daging cincang, menjadikannya favorit bagi yang menyukai kudapan lezat dan praktis. 

Ukurannya yang kecil membuatnya cocok untuk dijadikan camilan sambil menikmati suasana Lebaran, sekaligus menghadirkan variasi rasa di tengah hidangan kue tradisional.

7. Bolu Jadul

Bolu jadul menjadi salah satu hidangan klasik yang selalu hadir saat Lebaran. Teksturnya lembut dan rasanya manis, sangat pas disantap bersama teh atau kopi sambil bercengkerama dengan keluarga. 

Kue ini tidak hanya menghadirkan rasa, tapi juga suasana hangat dan nostalgia di meja Hari Raya. 

Untuk yang ingin mencoba, membuat bolu jadul di rumah tergolong mudah, cukup menyiapkan bahan-bahan dasar seperti telur, gula, tepung, dan mentega, lalu mengikuti langkah-langkah sederhana hingga bolu matang sempurna.

8. Kastangel Wijen

Kastangel ini mirip kaastengel biasa, tapi ditaburi wijen di atasnya. Rasanya tetap gurih, renyah, dan aroma keju berpadu dengan wangi wijen yang khas, membuatnya berbeda dari kue kering lainnya.

9. Kue Kembang Goyang

Kue tradisional ini dibuat dari adonan tepung beras dan telur, dicetak menggunakan cetakan bunga berbentuk unik, lalu digoreng hingga renyah. 

Teksturnya ringan dan rasanya manis tipis, cocok sebagai camilan saat Lebaran.

10. Kue Lidah Kucing

Kue tipis dan panjang ini memiliki tekstur renyah dan rasa mentega yang kaya. Walau sederhana, kue ini selalu menjadi favorit karena mudah dimakan dan cocok dipadukan dengan teh atau kopi saat kumpul keluarga.

11. Keciput Wijen

Keciput wijen tetap menjadi salah satu kue tradisional Lebaran yang digemari hingga saat ini. Kue ini berbentuk bulat kecil dan permukaannya dilapisi biji wijen yang harum dan menarik.

Adonan kue terdiri dari tepung ketan, telur, dan gula, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap sedikit kenyal di dalam. Saat digigit, kue ini memberikan sensasi kriuk di luar dengan kelembutan di dalam.

Rasanya memadukan manis dan gurih, ditambah aroma wijen yang khas, membuat kue ini selalu menjadi favorit untuk melengkapi toples kue saat Lebaran.

12. Kue Koya

Kue koya, atau sering disebut kue satu, adalah kue kering tradisional yang populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kue ini terkenal dengan rasa manisnya yang menghadirkan nuansa nostalgia.

Bahan utamanya terdiri dari tepung, gula, dan kelapa sangrai. Begitu toples dibuka, aroma kelapa yang harum langsung tercium. Teksturnya lembut dan mudah meleleh di mulut, memberikan sensasi manis yang ringan dan memuaskan.

Meskipun tampilannya sederhana, cita rasa klasik kue koya membuatnya tetap digemari dan menjadi salah satu kue Lebaran yang eksis dari generasi ke generasi.

13. Kue Semprong

Kue semprong adalah salah satu kue kering tradisional yang populer di Jawa Barat dan Betawi. Kue ini biasanya hadir di meja tamu sebagai camilan Lebaran.

Adonannya terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula, dan telur, kemudian dipanggang tipis. Saat adonan masih panas, kue digulung membentuk silinder. 

Teksturnya tipis, renyah, dan aromanya harum karena santan, membuat kue ini memiliki cita rasa manis ringan yang bikin ketagihan.

Kue semprong sangat cocok sebagai kudapan ringan karena rasanya yang tidak terlalu berat dan teksturnya yang renyah.

14. Sagon

Sagon merupakan kue kering tradisional khas Jawa Tengah dan Yogyakarta yang tetap populer hingga sekarang. Kue ini memiliki aroma khas karena bahan utamanya menggunakan kelapa sangrai.

Proses pembuatannya melibatkan pencampuran tepung ketan dengan kelapa parut yang disangrai, lalu diberi gula. 

Adonan dipadatkan dan dipanggang hingga kering. Hasilnya adalah kue dengan tekstur padat namun mudah rapuh saat digigit.

Rasanya manis gurih dengan sentuhan smoky dari kelapa sangrai yang memberikan aroma unik. 

Kue ini selalu menjadi salah satu hidangan wajib di meja Lebaran karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang menyenangkan.

15. Rengginang

Rengginang adalah camilan tradisional yang terbuat dari ketan. Kue ini memiliki rasa gurih yang khas dan tekstur renyah saat digigit, membuatnya cocok dinikmati sebagai kudapan santai. 

Biasanya rengginang disantap setelah hidangan utama Lebaran, menambah variasi camilan di meja tamu. 

Rasanya yang ringan namun kriuk membuatnya disenangi semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sebagai penutup, kue Lebaran jaman dulu selalu menghadirkan nostalgia manis, menghangatkan momen berkumpul keluarga dan menambah keceriaan saat Hari Raya.

Terkini