JAKARTA - Upaya memperkuat lini depan Timnas Indonesia kini memasuki tahap penting seiring rencana naturalisasi dua pemain keturunan yang tengah berkarier di luar negeri.
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tim yang selama ini belum memiliki penyerang tajam dan konsisten.
Dalam waktu dekat, federasi sepak bola nasional tengah berpacu dengan jadwal internasional yang semakin padat. Kehadiran pemain baru di posisi krusial diharapkan mampu meningkatkan daya gedor tim sekaligus memberikan variasi taktik bagi pelatih.
PSSI Kejar Waktu Jelang Agenda Internasional
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI dituntut bergerak cepat untuk merampungkan proses naturalisasi. Hal ini mengingat jadwal penting seperti FIFA matchday pada Juni 2026 serta FIFA ASEAN Cup pada September hingga Oktober 2026 sudah semakin dekat.
Kesiapan skuad menjadi faktor krusial dalam menghadapi kompetisi tersebut. Tanpa tambahan pemain di posisi vital, peluang untuk bersaing akan semakin berat, terutama melawan tim-tim dengan lini serang yang lebih produktif.
Langkah naturalisasi ini bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Krisis Striker Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Masalah utama yang dihadapi Timnas Indonesia adalah minimnya striker murni atau pemain nomor sembilan yang mampu mencetak gol secara konsisten. Situasi ini bahkan sudah terjadi sejak era Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert.
Ketika kini ditangani oleh John Herdman, persoalan tersebut masih belum sepenuhnya teratasi. Dalam ajang FIFA Series 2026, lini depan terlihat kesulitan dalam memaksimalkan peluang menjadi gol.
Duet Ramadhan Sananta dan Ole Romeny belum mampu memberikan hasil maksimal. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya kehadiran penyerang baru yang memiliki naluri gol tinggi.
Nama Zandbergen Dan Vickery Jadi Sorotan
Dua nama yang kini ramai diperbincangkan adalah Dean Zandbergen dan Luke Vickery. Keduanya disebut-sebut tengah dalam proses naturalisasi dan berpotensi segera memperkuat skuad Garuda.
Luke Vickery saat ini bermain untuk Macarthur FC di kasta tertinggi Australia. Sementara Dean Zandbergen tengah bersinar bersama VVV Venlo di Liga 2 Belanda.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kehadiran dua pemain ini akan menjadi tambahan penting bagi lini depan Timnas Indonesia.
"Sekarang sudah kencang beredar Luke Vickery, pemain muda berusia 20 tahun, bermain di Macarthur FC saat ini di kasta tertinggi Australia, dikabarkan makin dekat untuk dinaturalisasi, atau bahkan sudah muncul diproses untuk dinaturalisasi," kata Ronny Pangemanan.
"Walaupun sebenarnya ini belum ada pengumuman secara resmi dari federasi, atau PSSI dari ketua umum, bahwa Luke Vickery sudah pasti dinaturalisasi," imbuh pengamat yang juga jurnalis senior yang akrab disapa Ropan.
Menurut Ropan, proses naturalisasi kedua pemain tersebut masih berjalan dan belum mencapai tahap final.
"Kita menyambutnya dengan baik kabar ini. Konon kabarnya sedang berproses. Kalau memang ini benar-benar terjadi, maka kita menyambut dengan baik bahwa di lini serang untuk nomor 9 itu sudah terisi," kata Ropan.
Peran Ole Romeny Lebih Ideal Sebagai Playmaker
Berkaca dari performa terbaru, Ole Romeny sebenarnya lebih cocok bermain sebagai gelandang serang atau nomor sepuluh. Dalam dua laga FIFA Series 2026, ia tampil lebih nyaman saat berada di belakang striker utama.
"Sebelumnya Ole Romeny yang masuk di sana, walaupun dia sebenarnya sebagai nomor 10. Kalau mau lihat penampilan Ole bermain dengan Saint Kitts and Nevis atau dengan Bulgaria, dia lebih enjoy bermain di belakang striker," tukas Ropan.
Peran ini memungkinkan Romeny untuk lebih leluasa mengatur serangan dan menciptakan peluang. Dengan adanya striker murni di depannya, kontribusinya bisa lebih maksimal.
Tambahan Opsi Bagi Pelatih Di Lini Depan
Kehadiran Dean Zandbergen dan Luke Vickery nantinya akan memberikan fleksibilitas lebih bagi John Herdman dalam menyusun strategi. Pelatih akan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan komposisi lini serang.
"Maka, kita perlu memang untuk mendatangkan seorang pemain di lini serang yang berposisi nomor 9. Kemarin saya sudah mengatakan, ada satu pemain lagi, yakni Dean Zandbergen yang sedang gacor bersama VVV-Venlo di Liga 2 Belanda," tutur Ropan.
"Kalau dia pun dijajaki dan kemudian ada keseriusan dipanggil lebih bagus. Kedatangan Luke Vickery ini akan menambah tebal lini serang kita. Sehingga opsi bagi pelatih kepala John Herdman untuk menentukan pemain di lini depan itu sangat banyak."
"Dia bisa mengutak-atik siapa yang dimainkan lebih awal. Seandainya memang cepat berproses dari Luke Vickery dan juga dengan Dean Zandbergen," pungkas Ropan.
Dengan berbagai perkembangan ini, harapan terhadap peningkatan kualitas lini depan Timnas Indonesia semakin besar. Jika proses naturalisasi berjalan lancar, skuad Garuda berpeluang tampil lebih tajam dan kompetitif di ajang internasional mendatang.