Energi Surya Undip Atasi Banjir di Pekalongan Gunakan Panel Matahari

Senin, 13 April 2026 | 14:49:18 WIB
Ilustrasi panel surya

JAKARTA - Tim Teknik Elektro Undip berkolaborasi dengan Blue Deal Belanda guna merancang sistem panel surya ramah lingkungan pada rumah pompa di sepanjang Sungai Bremi.

Wilayah pesisir Kota dan Kabupaten Pekalongan kini sedang berjuang keras melawan dampak nyata dari perubahan iklim yang terus mengancam setiap waktu.

Fenomena penurunan muka tanah yang terjadi secara masif serta kenaikan permukaan air laut membuat banjir rob menjadi ancaman yang kian menakutkan.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah setempat untuk segera menemukan solusi permanen demi melindungi pemukiman warga dari genangan air laut yang semakin tinggi.

Transformasi Energi pada Sistem Pompa

Rumah pompa yang tersebar di berbagai titik strategis saat ini menjadi tulang punggung utama dalam upaya mengendalikan volume air di wilayah terdampak.

Meskipun memiliki peran yang sangat vital dalam membuang air ke laut namun operasional pompa tersebut masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

Ketergantungan terhadap energi konvensional ini secara tidak langsung ikut menyumbang emisi karbon yang justru memperburuk kondisi lingkungan dalam jangka waktu panjang.

Oleh karena itu Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro mengambil langkah besar untuk melakukan modernisasi teknologi pada infrastruktur pengontrol banjir tersebut.

Kolaborasi Strategis Bersama Mitra Internasional

Langkah strategis ini diwujudkan melalui kerja sama internasional antara Undip dengan pihak Blue Deal Netherlands serta organisasi Nederlandse Waterschapsbank Fund.

Sinergi global tersebut difokuskan pada transformasi total sistem kelistrikan di sepanjang aliran Sungai Bremi Meduri agar lebih hijau dan juga efisien.

Para ahli berupaya mengalihkan sumber tenaga operasional pompa yang semula berbasis fosil menjadi sistem bertenaga surya yang jauh lebih ramah terhadap ekosistem.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen akademisi dalam mendukung target pemerintah untuk mencapai net zero emission melalui penerapan teknologi energi terbarukan.

Riset Teknis oleh Pakar Universitas Diponegoro

Tim ahli yang berada di bawah kepemimpinan Assoc Prof Dr Ir Mochammad Facta telah melakukan serangkaian kajian mendalam terkait kelayakan sistem.

Penelitian ini mencakup perancangan berbagai alternatif desain sistem panel surya yang tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga masuk akal secara ekonomis.

Hasil rancangan tersebut dipersiapkan untuk segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah guna mendukung kinerja operasional rumah pompa agar jauh lebih maksimal.

Dengan adanya teknologi surya ini biaya operasional jangka panjang diharapkan dapat ditekan secara signifikan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi dari rumah pompa tersebut.

Dampak Positif Bagi Lingkungan Pesisir

Kehadiran energi surya di Sungai Bremi Meduri diproyeksikan mampu memberikan stabilitas energi yang lebih baik tanpa harus merusak kualitas udara di sekitar.

Solusi inovatif ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia dalam menghadapi tantangan serupa terkait bencana banjir dan rob.

Penerapan teknologi hijau ini membuktikan bahwa perlindungan terhadap ancaman bencana dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi alam melalui penggunaan energi bersih.

Kini masyarakat Pekalongan memiliki harapan baru dengan hadirnya sistem pertahanan banjir yang lebih modern serta berkelanjutan berkat dukungan penuh dari riset akademisi.

Senin 13 April 2026 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan proyek ini demi memastikan wilayah pesisir tetap aman dari terjangan banjir rob yang merugikan warga.

Pemerintah daerah menyambut baik hasil kajian ini dan berencana melakukan integrasi teknologi secara bertahap pada titik-titik pompa air yang paling krusial.

Terkini