JAKARTA – Efisiensi kendaraan listrik ternyata tidak hanya bergantung pada kapasitas baterai, namun juga dipengaruhi oleh sinergi komponen teknis dan aerodinamika unit.
Banyak orang berasumsi bahwa daya jangkau sebuah mobil bertenaga setrum murni sepenuhnya ditentukan oleh seberapa besar ukuran penampung dayanya.
Padahal, terdapat variabel teknis lain yang bekerja di balik layar untuk memastikan setiap kwh energi yang keluar tidak terbuang sia-sia saat melaju.
"Efisiensi energi pada kendaraan listrik dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari teknologi drivetrain hingga berat material kendaraan," ujar Hendra Surya, sebagaimana dilansir dari republika.co.id, Jumat (24/4/2026).
Hendra Surya menjelaskan bahwa sistem manajemen termal yang baik berperan krusial dalam menjaga suhu optimal komponen elektronik agar tetap bekerja secara efisien di berbagai kondisi cuaca.
Penggunaan ban dengan hambatan gulir rendah juga menjadi elemen kecil namun berdampak besar dalam memangkas penggunaan energi secara berlebihan.
"Sistem pengereman regeneratif yang optimal mampu mengembalikan energi kinetik menjadi listrik cadangan sehingga meningkatkan jarak tempuh kendaraan," jelas Hendra Surya, melansir dari republika.co.id, Jumat (24/4/2026).
Desain aerodinamis yang mampu membelah angin dengan mulus sangat membantu mengurangi beban kerja motor listrik pada kecepatan tinggi di jalan tol.
Berat material bodi yang ringan namun kokoh turut menjadi fokus para produsen otomotif untuk menciptakan keseimbangan antara keamanan dan penghematan daya.
Melalui pemahaman yang lebih luas mengenai aspek teknis ini, masyarakat diharapkan lebih jeli dalam memilih unit yang menawarkan performa menyeluruh bagi kebutuhan mobilitas.