Kinerja Positif Laba Pertamina Geothermal Energy Capai 137 Juta USD

Sabtu, 25 April 2026 | 12:00:12 WIB
ilustrasi pertamina geothermal

JAKARTA – Laba Pertamina Geothermal Energy tembus 137 juta dollar AS menjadi sinyal kuat pertumbuhan industri panas bumi yang semakin menjanjikan bagi pasar modal.

Capaian finansial ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi kapasitas pembangkitan yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun berjalan.

"Pencapaian laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan operasional dan efisiensi di berbagai lini bisnis perusahaan," ujar Julfi Hadi, sebagaimana dilansir dari kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Efisiensi biaya yang diterapkan secara disiplin mampu menjaga margin keuntungan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Julfi Hadi berpendapat bahwa pertumbuhan positif ini memperkuat posisi tawar perusahaan dalam menjaring kemitraan strategis untuk pengembangan blok baru.

"Laba Pertamina Geothermal Energy tembus 137 juta dollar AS merupakan hasil dari optimalisasi produksi di seluruh wilayah kerja panas bumi yang kami kelola," jelas Julfi Hadi, dikutip melalui kompas.com.

Pertumbuhan pendapatan perseroan didukung pula oleh peningkatan permintaan listrik hijau dari sektor industri yang mulai memprioritaskan sertifikat energi terbarukan.

Manajemen tetap optimis bahwa tren kenaikan ini akan terus berlanjut seiring dengan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur pendukung di area eksplorasi.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan," tutur Julfi Hadi, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Sebanyak 1 hingga 2 proyek baru dijadwalkan akan segera memasuki tahap konstruksi guna mengejar target kapasitas produksi tahun mendatang.

Analisis pasar menunjukkan bahwa saham emiten berkode PGEO ini semakin diminati oleh investor institusi yang fokus pada portofolio berbasis lingkungan.

Stabilitas arus kas perusahaan menjadi modal utama dalam membiayai belanja modal secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pinjaman eksternal.

Terkini