JAKARTA – Pertamina cari pasokan minyak dan LPG ke AS untuk memperkuat cadangan energi nasional sekaligus menjajaki peluang impor dari Rusia sebagai langkah alternatif.
Langkah diversifikasi ini menjadi bagian dari peta jalan perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi pasar yang fluktuatif.
"Kami memang membuka peluang untuk bekerja sama dengan produsen dari Amerika Serikat untuk mendapatkan pasokan minyak mentah dan LPG yang stabil," ujar Nicke Widyawati, sebagaimana dilansir dari republika.co.id.
Kunjungan ke negara Paman Sam tersebut dilakukan untuk menegosiasikan kontrak jangka panjang yang lebih menguntungkan bagi kepentingan domestik.
Nicke Widyawati menegaskan bahwa Pertamina terus memantau dinamika harga minyak dunia agar biaya pengadaan tetap berada dalam batas efisiensi perusahaan.
"Jika memang spesifikasi teknis dan harganya masuk, kami tidak menutup kemungkinan untuk mengambil pasokan dari Rusia juga," ungkap Nicke Widyawati, dikutip dari republika.co.id.
Kesiapan infrastruktur kilang di dalam negeri juga menjadi bahan pertimbangan utama dalam memilih jenis minyak mentah yang akan diimpor.
Pemerintah memberikan lampu hijau bagi perusahaan plat merah ini untuk mencari sumber energi dari manapun selama memberikan keuntungan ekonomi bagi negara.
Nicke Widyawati berpendapat bahwa aspek ketersediaan barang di pasar internasional saat ini sangat kompetitif sehingga diperlukan strategi negosiasi yang tepat.
Pertamina telah memetakan kebutuhan energi harian nasional guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada periode libur panjang mendatang.
Volume impor akan disesuaikan secara dinamis dengan hasil produksi dari sumur-sumur minyak yang dikelola secara mandiri oleh anak usaha perusahaan.
Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat demi menjamin kelancaran distribusi BBM dan gas di seluruh pelosok tanah air.