JAKARTA – Mendag sebut distribusi melalui DMO jaga harga minyak goreng agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia menjelang akhir tahun.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama produsen sebelum melakukan aktivitas ekspor.
"Kita pastikan distribusi minyak goreng melalui DMO tetap berjalan lancar untuk menjaga stabilitas harga di pasar," ujar Zulkifli Hasan, sebagaimana dilansir dari tempo.co.
Pemerintah terus melakukan evaluasi berkala terhadap realisasi penyaluran komoditas tersebut agar tidak terjadi sumbatan di rantai pasok.
Zulkifli Hasan menekankan bahwa kepatuhan para pelaku industri terhadap aturan wajib memasok kebutuhan dalam negeri adalah kunci dari terkendalinya inflasi.
"Melalui penguatan distribusi DMO, kita harapkan harga minyak goreng tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat," jelas Zulkifli Hasan, dikutip dari tempo.co.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memantau pergerakan harga di tingkat pengecer secara harian.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa skema Domestic Market Obligation merupakan instrumen paling efektif untuk meredam gejolak harga akibat dinamika pasar global.
Pengawasan ketat dilakukan mulai dari tingkat produsen hingga distributor guna mencegah praktik penimbunan yang merugikan konsumen luas.
Secara teknis 1 hingga 2 skema penyaluran telah diperbaiki untuk mempercepat sampainya barang ke pelosok daerah.
Terdapat sanksi tegas yang disiapkan bagi perusahaan yang tidak memenuhi kuota kewajiban pasokan domestik sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Stabilitas pasokan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi ibu rumah tangga serta pelaku usaha mikro dalam menjalankan usahanya.