Inovasi Booster Pertanian Berbasis Panas Bumi Hasil Kolaborasi PGE-UGM

Senin, 27 April 2026 | 12:20:07 WIB
ilustrasi pertamina geothermal

JAKARTA – Pertamina Geothermal Energy bersama UGM berkolaborasi mengembangkan booster pertanian berbasis panas bumi untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan lokal.

Sinergi akademisi dan industri ini bertujuan untuk menciptakan teknologi tepat guna yang memanfaatkan uap panas alami dari perut bumi.

Penerapan energi hijau di sektor non-listrik menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat petani melalui inovasi booster pertanian berbasis panas bumi yang efisien," ujar Julfi Hadi, sebagaimana dilansir dari republika.co.id, Senin (27/4/2026).

Julfi Hadi menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pengaturan suhu yang optimal pada lahan pertanian tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.

Sutedjo berpendapat bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan sejatinya berfungsi untuk meningkatkan potensi manusia, bukan sebagai pengganti peran manusia sepenuhnya.

"Pengembangan booster pertanian berbasis panas bumi ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan di setiap lini," kata Julfi Hadi, sebagaimana dilansir dari republika.co.id, Senin (27/4/2026).

Tim riset dari UGM melakukan pengujian intensif pada berbagai jenis tanaman untuk melihat pengaruh panas bumi terhadap kecepatan pertumbuhan.

Hasil awal menunjukkan bahwa penggunaan energi panas bumi mampu memperpendek siklus panen tanpa mengurangi kandungan nutrisi pada tanaman.

Fasilitas ini nantinya akan dipasang di sekitar wilayah kerja panas bumi agar masyarakat lokal dapat langsung merasakan manfaat teknologinya.

Pemerintah menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pencapaian target emisi nol bersih melalui sektor ekonomi kerakyatan.

Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi acuan bagi pengembangan infrastruktur serupa di seluruh pembangkit panas bumi di Indonesia.

Terkini