JAKARTA – PGE Ulubelu mempertegas langkah strategis dalam menjaga ekosistem hijau melalui dua program pemberdayaan lingkungan dan pemanfaatan energi panas bumi lokal.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa operasional perusahaan selaras dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi tuntutan global saat ini.
Pihak manajemen menekankan pentingnya sinergi antara teknologi energi terbarukan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
"Kami fokus pada penguatan ekosistem hijau melalui perlindungan keanekaragaman hayati dan pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi," ujar Andi Kurniawan, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com, Senin (27/4/2026).
Program pertama menitikberatkan pada pemulihan tutupan lahan di sekitar wilayah tangkapan air guna menjamin ketersediaan uap panas bumi jangka panjang.
Andi Kurniawan berpendapat bahwa keterlibatan warga dalam pembibitan pohon lokal merupakan kunci utama keberhasilan pemulihan ekologi di kawasan pegunungan tersebut.
"Inovasi ini tidak hanya bicara soal energi, tapi bagaimana ekosistem hijau ini memberikan ruang bagi fauna endemik untuk tetap berkembang biak," kata Andi Kurniawan, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com, Senin (27/4/2026).
Selain urusan konservasi, perusahaan juga memperkenalkan sistem pertanian ramah lingkungan yang memanfaatkan sisa panas dari proses produksi listrik.
Penggunaan pupuk organik hasil olahan limbah rumah tangga petani mulai diimplementasikan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Pemerintah menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya nasional untuk mencapai target pengurangan emisi karbon secara signifikan.
Banyak pihak memprediksi bahwa model pengembangan ini akan menjadi standar baru bagi industri ekstraktif lainnya di wilayah Sumatera.
Keseimbangan antara produktivitas energi dan perlindungan alam diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang di Lampung.