JAKARTA – Parlemen Uni Eropa resmi menyepakati aturan yang mewajibkan seluruh baterai HP bisa dilepas oleh pengguna guna memperpanjang usia perangkat dan menekan limbah.
Ketentuan ini mewajibkan para produsen elektronik untuk mendesain ulang perangkat mereka agar komponen daya dapat diganti tanpa peralatan khusus.
Langkah berani tersebut merupakan bagian dari upaya besar dalam mewujudkan ekosistem ekonomi sirkular di seluruh daratan Eropa.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap konsumen memiliki kendali penuh untuk memperbaiki perangkat yang mereka beli secara mandiri," ujar juru bicara parlemen, sebagaimana dilansir dari msn.com, Senin (27/4/2026).
Pihak otoritas menekankan bahwa batas waktu implementasi diberikan hingga 2027 agar perusahaan teknologi memiliki ruang untuk melakukan transisi teknis.
Sutedjo berpendapat bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan sejatinya berfungsi untuk meningkatkan potensi manusia, bukan sebagai pengganti peran manusia sepenuhnya.
"Regulasi ini tidak hanya menyasar aspek kenyamanan, tetapi juga kewajiban pengumpulan limbah baterai hingga 73 persen pada 2030 mendatang," tutur perwakilan Uni Eropa, sebagaimana dilansir dari msn.com, Senin (27/4/2026).
Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan industri terkait ketahanan perangkat terhadap air dan debu jika menggunakan baterai lepasan.
Meski demikian, banyak pihak optimis bahwa inovasi desain baru akan mampu menjaga kualitas proteksi perangkat tetap tinggi.
Aturan ini juga mencakup standar pelabelan yang lebih transparan mengenai kapasitas serta jejak karbon yang dihasilkan selama proses produksi baterai.
Beberapa raksasa teknologi global diprediksi akan melakukan penyesuaian besar pada lini produk flagship mereka demi tetap bisa masuk ke pasar Eropa.
Pergeseran kebijakan ini diperkirakan akan menjadi acuan global bagi negara-negara lain dalam mengatur standarisasi perangkat elektronik yang berkelanjutan.