JAKARTA – BIPI mulai mengalihkan fokus bisnis ke sektor data center dan geothermal melalui langkah divestasi sejumlah aset strategis guna memperkuat fundamental perusahaan.
Perusahaan infrastruktur energi ini tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap aset yang dimiliki saat ini. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan alokasi modal yang lebih efektif pada proyek dengan pertumbuhan tinggi.
"Kami sedang melihat kemungkinan divestasi beberapa aset yang memang tidak lagi sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan ke depan," ujar Direktur Utama BIPI, Ray Anthony Gerungan, Selasa (28/4/2026).
Ray Anthony Gerungan menjelaskan bahwa dana yang didapat dari hasil pelepasan aset tersebut akan diprioritaskan untuk mendukung ekspansi di bidang energi terbarukan dan infrastruktur digital.
Manajemen melihat potensi besar pada pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia yang masih sangat luas. Sektor ini dianggap memberikan stabilitas arus kas yang lebih baik dalam jangka panjang.
Integrasi antara penyediaan energi bersih dengan pusat data menjadi nilai tambah yang kompetitif bagi perusahaan. Hal ini merupakan respons terhadap meningkatnya permintaan pasar akan operasional teknologi yang ramah lingkungan.
"Fokus utama kami adalah membangun ekosistem yang berkelanjutan, termasuk pengembangan data center yang didukung oleh sumber energi geothermal," kata Ray Anthony Gerungan.
Perusahaan meyakini bahwa transisi ini akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham secara signifikan. Rencana pengembangan unit bisnis baru tersebut dijadwalkan mulai berjalan secara bertahap pada kuartal 3 tahun ini.
Proses seleksi mitra strategis juga sedang berlangsung untuk mempercepat pembangunan fasilitas infrastruktur yang dimaksud. BIPI optimis dapat mencapai target operasional awal pada akhir tahun depan.