JAKARTA - Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat ketertarikan paling tinggi terhadap penggunaan kendaraan listrik menurut data riset pasar otomotif global 2026.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap elektrifikasi transportasi di tanah air melampaui rata-rata minat penduduk di negara-negara tetangga.
Pemerintah terus berupaya mempercepat ketersediaan stasiun pengisian daya guna mendukung ekosistem ini secara merata.
"Kami melihat lonjakan permintaan yang luar biasa dari konsumen lokal yang mulai menyadari efisiensi jangka panjang dari mobil listrik," ujar Direktur Riset Otomotif, Budi Santoso, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Budi Santoso berpendapat, bahwa pergeseran gaya hidup hijau menjadi motor penggerak utama di balik antusiasme masyarakat yang semakin masif saat ini.
Kehadiran berbagai model baru dari produsen global memberikan lebih banyak pilihan harga yang kompetitif bagi calon pembeli di pasar domestik.
Insentif pajak yang diberikan pemerintah menjadi faktor krusial yang meringankan beban biaya perolehan unit bagi masyarakat luas.
"Komitmen Indonesia dalam mencapai target emisi nol bersih tercermin dari bagaimana pasar merespons kehadiran teknologi ramah lingkungan ini secara terbuka," kata Budi Santoso, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Tingkat adopsi diprediksi akan mencapai 25 persen dari total penjualan otomotif nasional pada akhir kuartal 4 tahun ini.
Beberapa kota besar telah memulai integrasi angkutan umum berbasis baterai sebagai langkah nyata transformasi transportasi publik.
"Kami akan terus memperluas jaringan infrastruktur agar pengguna tidak merasa khawatir saat melakukan perjalanan jarak jauh," pungkas Budi Santoso, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Kesiapan sektor industri pendukung seperti perakitan baterai lokal juga semakin memperkuat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.