CATL Mulai Produksi Massal Baterai Garam Skala Besar Tahun 2026

Rabu, 29 April 2026 | 21:51:47 WIB
ilustrasi baterai sodium-ion

JAKARTA – CATL memulai era baru penyimpanan energi melalui produksi teknologi baterai garam skala besar untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berkembang pesat.

Transisi besar di peta industri otomotif dan penyimpanan daya global kini sedang berlangsung melalui tangan dingin produsen baterai terbesar asal China tersebut.

Perusahaan ini baru saja menjalin kemitraan strategis bersama HyperStrong guna memastikan ketersediaan pasokan energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

"CATL bekerja sama dengan HyperStrong untuk pengadaan baterai sodium-ion berkapasitas 60 GWh guna kebutuhan penyimpanan energi global," ujar Manuel Jeghesta Nainggolan, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).

Langkah kolaboratif ini dipercaya akan menjadi titik balik bagi komersialisasi baterai berbasis natrium yang sebelumnya hanya menjadi perbincangan di atas kertas.

Manuel berpendapat, bahwa kesepakatan ini menjadi langkah terbesar dunia dalam komersialisasi teknologi baterai sodium-ion yang stabil dan efisien secara operasional.

Salah satu daya tarik utama dari inovasi ini adalah ketahanannya yang luar biasa saat dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem.

Kemampuan tersebut memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan unit daya berbahan dasar lithium konvensional yang sering kali mengalami penurunan performa pada suhu rendah.

"Baterai sodium-ion memiliki keunggulan performa pada suhu ekstrem dan kompatibilitas tinggi dengan sistem baterai lithium-ion yang sudah ada," tutur Manuel, Selasa (28/4/2026).

Integrasi sistem yang mudah juga memungkinkan para manufaktur untuk tidak melakukan perombakan total pada lini produksi yang sudah berjalan saat ini.

Manuel menyatakan, pesanan besar ini menjadi tanda nyata bahwa baterai dari garam bukan lagi sekadar konsep laboratorium melainkan sudah masuk ke tahap penggunaan nyata dalam skala luas.

Dunia kini menanti bagaimana distribusi teknologi ramah lingkungan ini mampu menekan biaya operasional kendaraan listrik secara signifikan.

Terkini