YOGYAKARTA – Kesuksesan transisi energi Indonesia sangat bergantung pada peran aktif serta kontribusi nyata generasi muda dalam menciptakan inovasi berkelanjutan.
Langkah strategis ini menjadi tumpuan utama agar target pemanfaatan energi bersih dapat tercapai secara maksimal di masa mendatang.
"Kesuksesan transisi energi ada di pundak anak muda, khususnya para mahasiswa saat ini sebagai calon pemimpin masa depan," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (29/4/2026).
Eniya Listiani Dewi menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman mendalam mengenai energi baru terbarukan bagi para pelajar di tingkat perguruan tinggi.
Pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas serta riset di bidang energi terbarukan agar mampu bersaing di kancah internasional.
Upaya kolaboratif antara akademisi dan pemerintah menjadi pondasi kuat untuk mempercepat adopsi teknologi hijau di berbagai sektor industri dalam negeri.
Pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah memerlukan sentuhan tangan kreatif yang paham akan urgensi keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup.
"Harapan saya, mahasiswa bisa terus berinovasi dan berkontribusi secara langsung melalui berbagai riset yang relevan dengan kebutuhan industri hijau saat ini," tutur Eniya menambahkan.
Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan mampu memicu semangat kaum muda untuk terlibat dalam kebijakan strategis nasional terkait ketahanan energi.
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknik dan manajerial energi menjadi salah satu prioritas yang sedang digenjot saat ini.
Keberhasilan ini diprediksi akan membawa Indonesia menjadi pemain kunci dalam pasar energi bersih dunia pada 2045 mendatang.