Indonesia Perlu Adopsi Strategi Pusat Energi Terbarukan Global

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:43 WIB
ilustrasi energi terbarukan

JAKARTA – Indonesia didorong mengadopsi model pusat energi terbarukan dari India dan Malaysia untuk mempercepat transisi energi bersih dan mencapai target emisi nol.

Pemanfaatan potensi alam secara maksimal memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat agar implementasi infrastruktur hijau berjalan efisien.

Pembangunan proyek strategis ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada energi fosil dalam waktu dekat.

"Indonesia perlu melihat bagaimana India, Malaysia, hingga beberapa negara di Afrika sukses membangun hub energi bersih yang terintegrasi dengan kebutuhan industri lokal," ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, melansir sumber berita, Rabu (29/4/2026).

Fabby Tumiwa menjelaskan bahwa keberhasilan negara-negara tersebut terletak pada konsistensi regulasi serta kemudahan akses bagi para investor hijau.

Langkah ini dianggap krusial mengingat tantangan geografis Indonesia yang memerlukan pendanaan besar untuk distribusi listrik ramah lingkungan.

"Skala proyek yang besar akan membantu menurunkan biaya produksi per kilowatt-hour secara signifikan," tegas Fabby.

Pemerintah diproyeksikan bakal memberikan insentif lebih bagi perusahaan yang berkomitmen membangun fasilitas pembangkit di area terpencil.

Inisiatif tersebut diyakini menjadi solusi bagi ketimpangan pasokan energi di wilayah timur Indonesia.

Sektor swasta diharapkan memegang peranan 60% dalam total investasi pengembangan energi baru selama 5 tahun ke depan.

Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam meminimalkan hambatan birokrasi di lapangan.

Terkini