Eddy Soeparno Ajak Kampus Kolaborasi Percepat Transisi Energi

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:43 WIB
ilustrasi transisi energi

JAKARTA – Eddy Soeparno dorong kampus perkuat kolaborasi riset dan inovasi guna mempercepat transisi energi bersih demi mencapai target net zero emission di Indonesia.

Sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor krusial dalam menciptakan kemandirian energi di masa depan.

"Transformasi energi tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian, melainkan butuh dukungan besar dari dunia akademik melalui riset yang aplikatif," ujar Eddy Soeparno saat memberikan orasi ilmiah, Rabu (29/4/2026).

Politikus tersebut berpendapat bahwa keterlibatan kampus akan memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi geografis tanah air.

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun masih memerlukan dukungan teknologi mutakhir agar pengelolaannya lebih optimal.

"Kami ingin melihat laboratorium di universitas menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu menurunkan biaya produksi energi terbarukan secara signifikan," ucap Eddy Soeparno menekankan pentingnya efisiensi teknologi.

Pemerintah terus berupaya menyusun regulasi yang mendukung iklim investasi hijau agar para lulusan perguruan tinggi memiliki wadah untuk berkarya.

Pemanfaatan tenaga surya dan angin diprediksi akan menjadi pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan listrik nasional beberapa dekade mendatang.

Eddy Soeparno menjelaskan bahwa investasi pada sektor energi hijau memerlukan kepastian hukum yang kuat agar para pelaku usaha merasa aman mengembangkan proyek jangka panjang.

Tantangan pendanaan sering kali menjadi hambatan utama dalam implementasi proyek energi bersih di berbagai daerah terpencil.

"Peta jalan transisi energi harus inklusif dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek," pungkas Eddy Soeparno menutup pernyataannya.

Kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dari lulusan universitas terbaik diyakini mampu mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan secara masif.

Terkini