JAKARTA – PLN segera merampungkan kajian teknis jaringan listrik hijau yang menghubungkan Jawa dan Sumatra guna mengoptimalkan distribusi energi terbarukan antar pulau.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan bisa tersalurkan secara merata ke pusat beban di kedua wilayah tersebut.
"Kami sedang memfinalisasi kajian teknis dan finansial untuk proyek interkoneksi ini agar integrasi energi hijau berjalan optimal," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (29/4/2026).
Darmawan menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur transmisi bawah laut tersebut menjadi kunci utama dalam mengejar target net zero emission pada 2060 mendatang.
Keberadaan jaringan kabel bawah laut ini diproyeksikan mampu meminimalkan pemborosan energi sekaligus menyeimbangkan beban kelistrikan secara nasional.
Pemerintah terus mendorong percepatan proyek strategis nasional ini demi mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis industri hijau di Indonesia.
Pihak otoritas terkait meyakini jika konektivitas energi antar pulau akan menekan ketergantungan pada pembangkit fosil yang saat ini masih mendominasi.
Rencana besar ini melibatkan investasi yang signifikan serta teknologi tinggi untuk memastikan ketahanan kabel di kedalaman selat yang memisahkan dua pulau besar itu.
Tim ahli internal sedang mematangkan skema pendanaan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan internasional yang fokus pada isu lingkungan.
PLN menargetkan pengerjaan fisik bisa segera dimulai setelah seluruh aspek kelayakan dinyatakan memenuhi standar keamanan dan efisiensi global.