BEIJING – Tiongkok operasikan proyek Energi Hijau Pusat Data AI pertama yang menghubungkan sumber tenaga bersih langsung ke pusat komputasi di wilayah Hebei.
Fasilitas yang terletak di Zhangjiakou ini menandai langkah konkret dalam menyeimbangkan kebutuhan daya komputasi yang masif dengan target karbon netral.
Pihak pengelola menyebutkan bahwa integrasi ini memungkinkan aliran listrik dari ladang angin dan panel surya masuk tanpa hambatan ke rak server.
"Proyek ini merupakan yang pertama di negara ini yang secara langsung menghubungkan pembangkit listrik energi terbarukan berskala besar dengan pusat data AI," lapor CCTV sebagaimana dilansir dari sumbernya, Senin (4/5/2026).
Pencapaian tersebut diharapkan menjadi cetak biru bagi pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan di provinsi lain.
Sistem ini diklaim mampu mengurangi kerugian transmisi energi yang selama ini menjadi kendala pada distribusi listrik konvensional.
Otoritas energi setempat menjelaskan, bahwa penggunaan jalur transmisi langsung dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi terbarukan hingga 10 persen dibandingkan metode lama.
Penggunaan teknologi penyimpanan energi juga disiagakan untuk menjaga stabilitas pasokan saat cuaca tidak mendukung.
Pemerintah Tiongkok menargetkan perluasan model serupa ke wilayah barat yang kaya akan sumber daya alam.
Langkah ini memperkuat posisi Beijing dalam kompetisi global pengembangan kecerdasan buatan yang berkelanjutan.