JAKARTA – IHSG diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari ini didorong oleh sentimen rilis data inflasi domestik dan pergerakan bursa saham global.
Kondisi pasar saham dalam negeri mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat bergerak fluktuatif belakangan ini.
"Kami melihat ada peluang teknikal rebound yang memungkinkan indeks bergerak ke zona hijau, meski tekanan eksternal masih cukup kuat," ujar William, sebagaimana dilangsir dari sumbernya, Rabu (6/5/2026).
William menjelaskan, bahwa pergerakan bursa Amerika Serikat yang ditutup bervariasi turut memberikan dampak psikologis bagi pelaku pasar di Asia.
Volume perdagangan diperkirakan tetap stabil seiring dengan rilis data makroekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik.
"Indikator stokastik menunjukkan sinyal positif yang mendukung potensi kenaikan harga saham-saham blue chip dalam jangka pendek," lanjut William, sebagaimana dilangsir dari sumbernya, Rabu (6/5/2026).
Beberapa sektor seperti perbankan dan infrastruktur diprediksi menjadi penggerak utama pada sesi pertama perdagangan.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar rupiah yang masih membayangi pasar modal.
Strategi beli saat melemah atau buy on weakness bisa menjadi pilihan bijak bagi para trader harian.
Tingkat inflasi yang terjaga di angka 2,5 persen menjadi katalis positif bagi daya beli masyarakat serta sektor konsumer.
Penutupan pasar sore nanti akan menjadi penentu apakah indeks mampu bertahan di atas level psikologis 7000.