Kutai Timur resmi mengoperasikan bus listrik pelajar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memberikan transportasi ramah lingkungan bagi para siswa.
Langkah ini diambil pemerintah kabupaten sebagai strategi konkret dalam mendukung program nasional menuju energi bersih yang lebih ramah lingkungan.
"Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak sekolah dan masyarakat luas," kata Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (6/5/2026).
Pemerintah daerah meyakini bahwa kehadiran armada baru ini akan berdampak signifikan terhadap penurunan angka polusi udara di area perkotaan.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa pengadaan transportasi berbasis baterai tersebut diharapkan mampu mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya penggunaan energi terbarukan.
Hingga saat ini terdapat 2 unit armada yang sudah siap melayani rute perjalanan siswa di sekitar wilayah Sangatta.
Pemerintah berencana melakukan penambahan unit secara bertahap pada anggaran tahun mendatang guna menjangkau wilayah kecamatan lainnya yang lebih luas.
"Kami menargetkan pengurangan emisi karbon secara bertahap dari sektor transportasi publik, dimulai dari lingkungan pendidikan terlebih dahulu," tutur Ardiansyah.
Sektor transportasi selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar sehingga peralihan ke teknologi listrik dianggap sebagai solusi yang paling tepat.
Penggunaan kendaraan listrik ini juga diklaim jauh lebih efisien dari sisi biaya operasional jika dibandingkan dengan bus konvensional bermesin diesel.
Dinas Perhubungan setempat sedang melakukan kajian rute strategis agar manfaat transportasi ini bisa dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan pelajar.
Keamanan dan kenyamanan para siswa menjadi prioritas utama dalam operasional harian bus yang telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern ini.