Alasan Mobil Listrik di Indonesia Dominan Pakai Baterai Nikel NCM

Rabu, 06 Mei 2026 | 13:46:34 WIB
ilustrasi mobil listrik

JAKARTA – Kebijakan insentif pemerintah membuat mayoritas mobil listrik di Indonesia saat ini lebih memilih menggunakan baterai berbasis nikel atau jenis NCM.

Data menunjukkan bahwa populasi kendaraan listrik berbasis baterai nikel jauh mengungguli penggunaan Lithium Iron Phosphate atau LFP.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto menjelaskan, penggunaan nikel berkaitan erat dengan strategi hilirisasi nasional.

Seto berpendapat, bahwa skema pemberian insentif yang lebih menguntungkan menjadi alasan utama bagi para produsen otomotif untuk tetap setia pada teknologi nikel.

"Kalau menggunakan nikel, mereka dapat insentif yang lebih besar daripada LFP. Itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi OEM (Original Equipment Manufacturer)," ujar Seto, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (6/5/2026).

Pemerintah memang sengaja merancang struktur insentif yang memberikan keuntungan lebih bagi kendaraan dengan kandungan nikel tinggi.

Langkah ini diambil guna memastikan cadangan nikel melimpah di dalam negeri dapat terserap secara maksimal oleh industri transportasi masa depan.

Seto mengungkapkan, saat ini sekitar 70 persen hingga 80 persen model kendaraan listrik yang beredar di pasar domestik sudah mengadopsi baterai NCM.

"Hampir semua brand besar yang masuk ke kita, baik dari Korea maupun China, mayoritas masih melihat nikel sebagai komponen utama baterai mereka karena performanya," kata Seto, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (6/5/2026).

Meskipun teknologi LFP mulai populer secara global karena biaya produksi yang lebih murah, namun di Indonesia posisinya masih kalah bersaing.

Daya jelajah yang lebih jauh serta kepadatan energi yang tinggi menjadi keunggulan teknis baterai nikel yang sulit diabaikan oleh konsumen.

Kementerian terkait terus memantau perkembangan teknologi baterai agar kebijakan fiskal tetap relevan dengan dinamika industri otomotif global.

Transformasi menuju ekosistem hijau ini diharapkan mampu menjadikan posisi tawar Indonesia semakin kuat dalam rantai pasok baterai dunia.

Terkini