TANGGAMUS - PGE memastikan gempa di Ulubelu, Tanggamus, merupakan aktivitas tektonik alami dan bukan dampak dari operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Fenomena guncangan tanah yang terjadi belakangan ini di sekitar area kerja perusahaan memicu perhatian publik mengenai sumber kekuatannya.
"Gempa bumi yang terjadi di wilayah Ulubelu merupakan murni aktivitas tektonik alami dari sesar lokal yang aktif di wilayah tersebut," ujar General Manager PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu, Andi Joko Nugroho, dalam keterangan resminya, Rabu (6/5/2026).
PGE menjelaskan bahwa secara teknis kedalaman gempa tektonik sangat berbeda jauh dengan zona kedalaman sumur produksi panas bumi yang dikelola saat ini.
Andi Joko Nugroho memaparkan, pergerakan kerak bumi di zona patahan merupakan siklus rutin yang terjadi pada struktur geologi wilayah pegunungan seperti di Lampung.
"Kami memastikan bahwa seluruh fasilitas operasional PGE Area Ulubelu dalam kondisi aman dan tetap beroperasi secara normal untuk menyuplai listrik," tegas Andi Joko Nugroho terkait stabilitas infrastruktur energi di sana.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang mengaitkan getaran tersebut dengan aktivitas injeksi atau produksi uap.
PGE terus melakukan monitoring ketat melalui sistem sensor seismik internal untuk memantau setiap fluktuasi getaran di permukaan tanah secara real time.
Data dari instrumen pengukur menunjukkan pola getaran konsisten dengan karakteristik pelepasan energi dari patahan bumi di kedalaman tertentu.
Integrasi data antara stasiun pengamat cuaca dan sensor getaran membantu tim teknis memastikan bahwa keamanan lingkungan tetap menjadi prioritas utama operasional.