JAKARTA - Media pemerintah China, CCTV, mengabarkan bahwa pemerintah tengah melakukan investigasi terhadap isu 'battery locking' pada mobil listrik milik konsumen melalui sistem pembaruan nirkabel over-the-air (OTA) tertanggal 17 April.
Imbas dari kasus ini, sebanyak delapan produsen kendaraan diduga telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk BYD yang dengan tegas telah menyangkal tuduhan tersebut.
Laporan tersebut mulanya tidak begitu mendapatkan sorotan publik, namun lambat laun berbagai media lain mulai ikut mewartakannya.
Dampak selanjutnya adalah munculnya daftar perusahaan yang diduga terlibat di beragam platform media sosial.
Daftar yang dicurigai merupakan hasil buatan kecerdasan buatan (AI) tersebut mengklaim bahwa BYD, Xpeng, Tesla, Li Auto, Zeekr, dan GAC Aion sudah dipanggil atau diselidiki pihak regulator atas dugaan pelanggaran tersebut.
Car News China memberikan penjelasan bahwa berdasarkan rumor yang beredar di media sosial, terdapat tiga produsen yang sudah diinvestigasi secara resmi dan dua produsen telah menghapus paket pembaruan perangkat lunaknya.
Shanghai Observer, media pemerintah China, melaporkan bahwa sejumlah akun media sosial otomotif melakukan unggah ulang serta memodifikasi berita sebelumnya dengan menambahkan daftar yang berisi nama-nama produsen mobil yang diduga terlibat.
Diskusi di internet berkembang luas mengenai praktik battery locking yang memungkinkan produsen mobil mengatur batas pengisian, batas pemakaian, hingga proses pengisian dan penyedotan daya melalui pembaruan software OTA.
Beberapa kritikus menilai langkah tersebut dapat menurunkan performa serta jarak tempuh mobil listrik, meskipun pihak produsen menyatakan bahwa pembaruan tersebut adalah bagian dari prosedur keselamatan.
Berdasarkan laporan sebelumnya yang dikutip media China, platform pengaduan 12315 telah menerima lebih dari 12 ribu keluhan terkait battery locking lewat OTA sepanjang Maret 2026, atau melonjak 273 persen dibandingkan tahun lalu.
Pada Sabtu (9/5), BYD dan Xpeng menyatakan bahwa kabar mengenai pembaruan software yang berisi battery locking melalui OTA merupakan berita bohong atau hoaks.
Kedua perusahaan tersebut menegaskan akan mengambil langkah hukum kepada pihak yang menyebarkan rumor tersebut.
BYD dalam pernyataannya juga mengklaim tak menerima apa yang disebut sebagai surat panggilan atas rumor tersebut.
Divisi hukum Xpeng menuturkan "beberapa akun media sosial menggunakan AI untuk menghasilkan dan menyebarkan klaim 'delapan perusahaan NEV diwawancarai secara kolektif' dan 'tiga perusahaan diselidiki'."
Perwakilan Tesla mengatakan kepada media China bahwa "laporan tersebut tidak akurat dan menyatakan bahwa semua pembaruan perangkat lunak menjalani pengujian dan prosedur pengajuan sebelum dirilis."
Nio menjelaskan kepada media setempat bahwa mereka tidak masuk dalam daftar wawancara yang dituduhkan, sementara Zeekr serta GAC Aion juga merilis pernyataan yang membantah keterlibatan dalam diskusi atau investigasi regulasi apa pun.