Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:11:02 WIB
ilustrasi energi terbarukan (FOTO: NET)

JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa proyek energi ramah lingkungan di Eropa yang menggunakan sistem simpanan baterai diperkirakan meningkat lebih dari 450 persen pada 2030.

Kemajuan ini terjadi karena para pengembang berupaya mengatasi kendala transmisi listrik, penurunan harga jual, serta besarnya energi bersih yang terbuang sia-sia.

Informasi ini berasal dari laporan Aurora Energy Research yang mengkaji kebijakan serta peluang keuntungan di 20 pasar negara kawasan Eropa.

Laporan tersebut menyatakan bahwa kapasitas energi terbarukan yang tersambung dengan baterai di Eropa mencapai 6,3 gigawatt (GW) pada tahun 2025.

Sebagian besar dari jumlah itu, yakni lebih dari 60 persen, berasal dari pembangkit listrik tenaga surya yang dipadukan dengan teknologi baterai.

Saat ini, ada lebih dari 1.600 GW kapasitas energi bersih dan penyimpanan yang sedang mengantre untuk masuk ke jaringan listrik Eropa, termasuk sekitar 550 GW di Inggris.

Aurora memprediksi banyak dari rencana tersebut akan mulai berjalan dalam lima tahun mendatang, dengan Inggris, Jerman, dan Spanyol sebagai pelopor utama.

Studi ini memberikan dua kemungkinan arah industri pada tahun 2030.

Pada kemungkinan pertama, regulasi yang lebih cepat dan menyeluruh di Eropa akan mendorong kapasitas energi bersih plus baterai melampaui 35 GW hingga menjadi standar baru.

Sedangkan pada kemungkinan kedua, masalah rantai pasok dan keterlambatan aturan bisa menghambat pemasangan, sehingga pertumbuhan hanya terjadi di negara-negara tertentu saja.

Di beberapa wilayah, pengembang semakin sering menyatukan baterai dengan pembangkit hijau untuk mempermudah koneksi jaringan dan menekan biaya kerja.

Fenomena harga listrik di bawah nol juga semakin sering muncul seiring bertambahnya pembangkit ramah lingkungan.

Jerman, Belanda, dan Spanyol masing-masing mengalami lebih dari 500 jam dengan harga negatif sepanjang tahun 2025.

Selain itu, Aurora memperkirakan harga jual listrik surya di kawasan Iberia bisa jatuh hampir 50 persen pada tahun 2030.

Sementara itu, nilai ekonomi listrik dari kincir angin di daratan Jerman diperkirakan menyusut lebih dari 25 persen.

Pemborosan energi diprediksi meningkat drastis karena jaringan transmisi tidak mampu menampung seluruh hasil produksi energi bersih yang terus tumbuh.

Estimasi laporan menyebutkan volume energi bersih yang tidak terserap di pasar utama Eropa akan naik dari 10 terawatt-hour (TWh) di 2024 menjadi sekitar 33 TWh pada 2030.

Sistem baterai kini dianggap sebagai alat pelindung keuntungan dengan cara memindahkan waktu penjualan listrik ke saat harga mahal serta mengurangi energi yang terbuang.

Merujuk data Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), beban biaya baterai telah merosot hingga 93 persen sejak tahun 2010.

Hal ini membuat kombinasi sistem energi terbarukan menjadi lebih tangguh dalam bersaing dengan pembangkit berbahan bakar fosil.

"Menggabungkan pembangkit listrik dengan baterai bukan lagi sekadar solusi sampingan. Cara ini menjadi semakin penting untuk menjaga keuntungan proyek dan menjaga agar investasi terus berjalan," ungkap analis senior Aurora Energy Research, Sameer Hussain.

Terkini