BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Subsidi di Wonosobo dan Tegal Aman

Minggu, 17 Mei 2026 | 10:43:13 WIB
Kunjungan kerja Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati ke Jawa Tengah (FOTO: NET)

WONOSOBO - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di daerah Wonosobo serta Tegal, Jawa Tengah tetap mematuhi regulasi yang ada.

Upaya ini diterapkan guna menjamin BBM subsidi (Solar) dan BBM kompensasi (Pertalite) dapat diakses oleh warga yang berhak, sekaligus mengantisipasi risiko penyelewengan distribusi.

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto mengungkapkan bahwa konsistensi stok, kelancaran pasokan, serta ketepatan target penyaluran BBM menjadi pilar utama penggerak ekonomi warga, utamanya pada area perbukitan.

BBM subsidi dan kompensasi ini menopang sektor ekonomi para petani serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mereduksi beban operasional mereka.

“Kehadiran BPH Migas di sini adalah untuk menjamin ketersediaan stok BBM bagi masyarakat di setiap SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Kami juga memastikan kualitas produk yang dijual benar-benar sesuai dengan standar kelayakan yang telah ditentukan,” ujarnya pasca meninjau beberapa SPBU di Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026).

BPH Migas memastikan seluruh sarana, fasilitas, dan pelayanan pada SPBU beroperasi secara optimal dan patuh pada aturan.

Pria yang akrab disapa Baher tersebut turut berdialog langsung bersama pengemudi mobil tangki demi memastikan pengiriman dari terminal BBM menuju SPBU berjalan aman tanpa kendala.

Bukan hanya itu, Baher pun memeriksa kendaraan yang tengah mengisi BBM memakai QR Code guna memastikan kecocokan data lapangan, seperti nomor registrasi polisi dan tipe kendaraan, dengan data digital.

Baher memaparkan bahwa lewat ketersediaan BBM subsidi dan kompensasi yang stabil di SPBU, pengeluaran produksi serta biaya transportasi hasil bumi petani ataupun produk UMKM di area Wonosobo dapat ditekan sehingga harganya tetap konstan dan ekonomis.

“Melalui pengawasan ini, masyarakat kami imbau agar wajar membeli BBM bersubsidi dan kompensasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat yang berhak. Tidak perlu berlebihan,” tambahnya.

Baher menuturkan bahwa BPH Migas senantiasa memotivasi manajemen SPBU untuk memperketat proses validasi digital dan menaati aturan distribusi BBM subsidi.

Tindakan ini menjadi bagian dari strategi dalam mempertahankan ketahanan pasokan BBM secara berkelanjutan di sepanjang tahun.

Pada kesempatan yang sama, Sales Area Manager Retail Area Semarang Pertamina Patra Niaga (PPN) Achmad Rifqi memberikan apresiasi atas agenda pengawasan yang dijalankan oleh BPH Migas.

Ia menilai Wonosobo yang berstatus sebagai salah satu pusat pelesiran utama di Jawa Tengah seringkali menghadapi lonjakan permintaan BBM, khususnya pada momen libur panjang ke arah dataran tinggi Dieng.

Oleh sebab itu, pihak perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi demi mengamankan ketersediaan pasokan BBM di tiap-tiap SPBU.

“Kami mengimbau warga untuk tidak khawatir dan tetap bijak dalam melakukan pengisian di SPBU,” ucapnya.

Satu hari sebelumnya, yakni pada Kamis (14/5/2026), Baher juga telah melaksanakan pemantauan SPBU di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

Pemeriksaan di kawasan pesisir tersebut dipandang krusial mengingat Tegal menjadi urat nadi pergerakan angkutan logistik di Pantai Utara Jawa (Pantura) sekaligus pintu keluar Tol Trans Jawa.

“Jalur Pantura dan area keluar tol di Kota Tegal ini memiliki volume kendaraan logistik yang sangat tinggi, sehingga potensi kerawanan penyalahgunaan kuota Solar subsidi di wilayah pesisir ini menjadi perhatian khusus kami,” paparnya.

Agenda tersebut turut diikuti oleh Sales Area Manager Retail Tegal PPN Aris Irmi serta Sales Branch Manager Retail Tegal I PPN Azri Ramadan Tambunan.

Terkini