Iran Sita Kapal Keamanan Swasta China di Selat Hormuz

Minggu, 17 Mei 2026 | 11:35:22 WIB
Iran Sita Kapal Keamanan Swasta China (FOTO: NET)

TEHERAN - Otoritas berwenang Iran dikabarkan telah melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal milik perusahaan keamanan swasta asal China di kawasan dekat Selat Hormuz.

Tindakan ini menjadi peristiwa penyitaan pertama yang menyasar kapal keamanan swasta semenjak meletusnya konflik militer antara Amerika Serikat dan pihak Iran.

Sinoguards Marine Security selaku pemilik kapal membenarkan bahwa armada milik mereka ditahan oleh pihak berwenang Iran pada hari Kamis (14/5/2026).

Insiden penahanan tersebut terjadi bersamaan dengan momen konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing, serta berselang satu hari saja setelah kapal tanker China diperbolehkan melewati selat tersebut.

Berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal pada hari Sabtu (16/6/2026), kapal yang ditahan tersebut mempunyai nama Hui Chuan dan menggunakan bendera negara Honduras.

Sebelum diamankan, kapal itu terpantau sedang melempar sauh di luar Selat Hormuz, tepatnya berjarak sekitar 38 mil laut di sisi timur laut wilayah Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA).

Manajemen Sinoguards yang beroperasi dari Hong Kong memaparkan bahwa pihak berwenang Iran pada mulanya meminta mereka menunjukkan berkas resmi dan melakukan pemeriksaan keselarasan regulasi.

Setelah proses tersebut, pihak Iran langsung menggiring kapal Hui Chuan untuk masuk menuju area perairan mereka.

Apabila melihat data dari situs resminya, Sinoguards ialah perusahaan penyedia layanan pengawalan bersenjata yang bertugas memproteksi kapal-kapal komersial yang berlayar dari Fujairah beserta lima wilayah strategis lainnya di kawasan Asia dan Afrika.

Salah satu tayangan video di platform resmi perusahaan memperlihatkan dua staf Sinoguards sedang menaiki kapal tanker kepunyaan Cosco Shipping, yang merupakan korporasi pelayaran raksasa milik pemerintah China di Teluk Oman, dengan membawa senapan otomatis AK-47, peluru, rompi antipeluru, beserta helm pelindung militer.

Ketatnya aturan hukum serta pembatasan kepemilikan senjata api di area pelabuhan sepanjang Teluk Persia dan Teluk Oman membuat korporasi keamanan swasta memutar otak dengan menaruh logistik pertahanan mereka di area lepas pantai atau memanfaatkan "gudang senjata terapung".

Berkas dokumentasi gambar milik Sinoguards memperlihatkan keberadaan puluhan unit senapan serbu yang diletakkan di atas kapal dengan jenis penampung tersebut.

Sinoguards sendiri dirikan pada tahun 2013 oleh seseorang bernama Mario Yun Zhou, seorang lulusan bidang hukum maritim dari Shanghai Maritime University yang juga bertindak sebagai CEO pada perusahaan keamanan kontrak di Irak.

Ketika dimintai konfirmasi, Zhou memilih untuk tidak memberikan pernyataan mengenai status kapal Hui Chuan apakah sedang dioperasikan sebagai gudang senjata terapung atau tidak ketika momen penangkapan terjadi.

"Sinoguards beroperasi di bawah otorisasi negara bendera yang berlaku dan persyaratan peraturan yang relevan dengan ruang lingkup operasionalnya," jawab Zhou diplomatitas melalui profil LinkedIn-nya.

Merujuk pada catatan dari basis data maritim Equasis, Sinoguards juga mengelola kapal bernama Sunny Ocean yang menggunakan bendera Honduras.

Kapal yang juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan senjata terapung ini sempat menjadi sorotan publik setelah dinilai sukses mematahkan gempuran dari kelompok milisi Houthi Yaman di kawasan Laut Merah pada periode tahun 2024 silam.

Sejumlah pengamat memberikan pandangan bahwa kapal asing dari jenis apa pun yang membawa persenjataan di sekitar wilayah Iran pada situasi perang berpotensi besar memicu kecurigaan yang tinggi.

"Iran mungkin merasa jengkel dengan apa yang direncanakan awak kapal tersebut secara spesifik atau apa yang mungkin menginspirasi orang lain untuk mempertimbangkan hal tersebut," ujar Christopher Spearin, seorang profesor studi pertahanan di Canadian Forces College.

Seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri China memilih untuk menolak memberikan tanggapan, sembari menyampaikan informasi bahwa tidak terdapat kru berkebangsaan China di dalam kapal Hui Chuan yang disita.

Seorang perwakilan dari utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berada di New York juga tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Dalam media promosinya, Sinoguards memberikan penegasan bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai relasi atau keterikatan dengan otoritas pemerintahan atau unit militer mana pun.

Kendati demikian, dalam daftar pelanggan mereka tercatat beberapa korporasi bisnis skala besar dan mempunyai pengaruh politik penting yang dikuasai langsung oleh pemerintah China, seperti perusahaan pelayaran milik negara.

Jika ditinjau dari aspek sejarah, China sejatinya tidak memberikan izin bagi perusahaan keamanan swasta untuk mengelola senjata api.

Angkatan bersenjata China juga tidak mempunyai rekam jejak operasional secara global di berbagai penjuru dunia layaknya kekuatan Angkatan Laut AS.

Kondisi tersebut sempat memicu kendala bagi korporasi pelayaran China sekitar periode tahun 2010 saat aksi perompakan di Somalia mengalami lonjakan, hingga akhirnya Beijing mengizinkan pendirian badan usaha swasta dengan koridor aturan yang sangat ketat.

Terkini