Pertamina NRE Ekspansi Proyek Energi Surya ke Bangladesh

Minggu, 17 Mei 2026 | 11:35:22 WIB
Pertamina NRE Ekspansi Proyek Energi Surya (FOTO: NET)

JAKARTA - Pertamina NRE (New & Renewable Energy) kembali melebarkan sayap bisnisnya ke mancanegara dalam pengembangan energi baru terbarukan setelah sebelumnya mendulang sukses di Filipina.

Langkah ekspansi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) untuk menjajaki potensi kemitraan di sektor energi terbarukan di Bangladesh.

Hubungan strategis tersebut meliputi rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) sekaligus peluang kerja sama dalam operasional dan pemeliharaan (O&M).

Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, bersama Chairman CUSP, Ziaur Rahman, bertempat di Grha Pertamina, Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat Pertamina di sektor energi serta langkah strategis untuk memperbesar portofolio energi hijau di pasar global.

“Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” ujar John Anis di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

John mengimbuhkan bahwa penjajakan kemitraan di Bangladesh ini memiliki potensi besar untuk memperkuat rekam jejak internasional Pertamina NRE, yang performanya telah terbukti positif di Filipina.

“Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” tambah beliau.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak untuk memetakan potensi investasi sekaligus pembangunan proyek energi bersih di Bangladesh.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda percepatan transisi energi serta penguatan kemitraan regional di sektor energi berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama ini mencerminkan besarnya tingkat kepercayaan dari pihak Bangladesh terhadap kompetensi dan jam terbang Pertamina NRE dalam mengelola energi baru dan terbarukan, termasuk pengerjaan proyek energi surya skala besar di tingkat internasional.

Mengenai ruang lingkup kesepakatan, kedua perusahaan akan melangsungkan studi kelayakan yang mengulas aspek teknis, pasar, komersial, lingkungan, hukum, hingga analisis risiko proyek.

Tidak hanya itu, kedua pihak juga akan mendalami peluang kerja sama strategis, teknis, dan komersial, termasuk di dalamnya transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terkini terkait pengembangan energi terbarukan.

Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menilai bahwa kemitraan strategis dengan Pertamina NRE akan membuka ruang sinergi yang lebih luas bagi kemajuan proyek energi surya di Bangladesh.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” kata Ziaur Rahman.

Roy Wahab, Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, mengapresiasi penuh inisiatif kedua perusahaan dalam memperkuat hubungan ekonomi dan energi antara Indonesia dan Bangladesh.

“Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Roy.

Melalui kemitraan ini, Pertamina NRE bersama CUSP berharap bisa ikut menyokong percepatan transisi energi global sekaligus menyukseskan target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Langkah ini juga sekaligus memicu akselerasi energi bersih, investasi hijau, serta pertukaran teknologi dan pengalaman bagi kedua belah pihak.

Dengan demikian, kerja sama ini mampu melahirkan dampak positif bagi ekonomi, memperkuat ketahanan energi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan perubahan iklim demi mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan.

Terkini