Jargas Hemat dan Praktis, BPH Migas Dorong Perluasan Jaringan

BPH Migas Dorong Perluasan Jaringan (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Senin, 25 Mei 2026 | 20:59:06 WIB

BEKASI - Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga kian diminati oleh masyarakat karena dinilai lebih efisien, praktis, hemat, serta ramah lingkungan.

Hal ini terlihat dalam agenda kunjungan kerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertagas Niaga ke Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (22/5/2026).

Ketua RW 037 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bambang Suharyono, mengonfirmasi bahwa infrastruktur jargas di daerahnya telah dibangun sejak 10 tahun lalu dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pada masa awal proyek berjalan, belum semua warga tertarik untuk memasang jargas meski fasilitas tersebut diberikan secara gratis.

Saat ini, setelah membuktikan sendiri bahwa penggunaan jargas jauh lebih murah daripada Liquefied Petroleum Gas (LPG), warga beramai-ramai mendaftarkan diri agar memperoleh fasilitas yang sama.

“Minat warga sebenarnya saat ini cukup tinggi untuk menggunakan jargas. Bahkan di wilayah Rawalumbu, ada potensi puluhan ribu rumah tangga yang dapat menjadi pelanggan baru apabila biaya pemasangan lebih terjangkau. Kami mengharapkan adanya kebijaksanaan agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati gas murah ini,” jelas Bambang yang mengeluarkan biaya sekitar Rp50.000 saja per bulan untuk pemakaian jargas.

Keuntungan secara ekonomi dari penggunaan jargas ini juga dirasakan langsung oleh Sutaryoto.

Dia menilai jargas menawarkan kenyamanan tersendiri karena pengguna tidak perlu repot mengganti tabung ketika gas habis, lebih ekonomis, serta menerapkan sistem pembayaran pascabayar.

Tagihan gas saban bulan di rumahnya berkisar antara Rp40.000 sampai Rp60.000 untuk keperluan memasak sekaligus mengaktifkan pemanas air.

Sutaryoto berharap jaringan gas ini terus diperluas agar dampaknya dapat dirasakan oleh khalayak yang lebih luas.

“Dulu kalau pakai LPG, harus nenteng tabung. Kadang pas lagi masak, gas habis. Kalau sekarang, pakai jargas lebih nyaman dan tersedia 24 jam,” ujarnya.

Bukan cuma sektor rumah tangga, jargas terbukti menyokong kelancaran aksi sosial “Jumat Berkah” yang konsisten diadakan Masjid Jami Al Hikmah untuk warga di sekitar Bojong Rawalumbu.

Saban hari Jumat, bagian dapur umum di masjid itu sanggup menyediakan sampai 300 paket makanan bagi warga setempat.

Pengeluaran untuk keperluan gas yang dihabiskan hanya berada di kisaran Rp130.000 per bulan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, merespons positif besarnya animo masyarakat Bekasi terhadap penggunaan jargas sebagai opsi energi yang praktis bagi publik.

Dalam pandangannya, pembangunan jargas dapat dieksekusi melalui beberapa opsi sumber dana, baik lewat APBN maupun sokongan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Bekasi lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait.

“Kami sudah menampung beberapa aspirasi masyarakat yang juga ingin berlangganan jargas. Bagaimana mekanismenya, sudah kami rumuskan bersama. Semoga nanti dapat dibangun dengan skema pembiayaan APBN atau APBD, sehingga dapat membantu warga di sini,” terangnya.

Sementara jika melihat dari sisi pasokan gas, ketersediaannya dinilai sangat aman guna mendukung penambahan ribuan sambungan baru di daerah itu.

Wahyudi menjelaskan bahwa tata kelola operasional jargas memerlukan sokongan dana yang kuat lantaran biaya operasional dan perawatannya terhitung besar.

“Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha agar layanan dapat berjalan berkelanjutan,” imbuhnya.

Wahyudi pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama merawat infrastruktur jargas tersebut agar dapat berfungsi secara optimal.

“Jaga jangan sampai nanti ada gangguan-gangguan dan kendala keteknisan yang bisa berdampak kurang baik terhadap keamanan dan keselamatan warga,” pesannya.

Sampai dengan saat ini, Pertagas Niaga mencatat sudah mengaktifkan jargas sebanyak 254.708 Sambungan Rumah (SR) dari total target 308.833 SR atau sekitar 82% yang tersebar di 25 kabupaten/kota di 8 provinsi.

Total SR paling banyak berada di Prabumulih, Sumatera Selatan, dengan perolehan mencapai 36.232 SR.

Khusus untuk area Kota Bekasi, Pertagas Niaga memegang kendali atas 4.857 SR yang dalam teknis operasionalnya bekerja sama dengan BUMD Sinergi Patriot Bekasi.

Lewat kemitraan tersebut, tata kelola jargas diharapkan mampu berjalan semakin profesional dan maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Toto Yulianto, memastikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh perluasan jaringan gas bumi.

“Kami berkomitmen apabila memang ada kebutuhan terkait jargas, kami siap melakukan teamwork (bekerja sama). Baik melalui skema APBN maupun APBD, kami siap menjalankan operasionalnya,” tegasnya.

Toto pun mengharapkan kontribusi aktif dari masyarakat dalam menjaga infrastruktur jaringan gas yang masuk dalam bagian proyek strategis nasional.

Faktor keamanan jaringan menjadi poin krusial agar pasokan layanan ke konsumen tetap terjaga stabil.

“Kalau ada gangguan, pasti yang terdampak bukan hanya satu rumah, tapi banyak rumah. Jadi untuk menjaga tidak cuma tugas kami atau tugasnya BUMD. Butuh kerja sama dari semua pihak supaya bisa semua berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Proses kunjungan lapangan ini juga diikuti oleh Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, dan Harya Adityawarman.

Di samping itu, tampak hadir pula Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bekasi Agus Harpa Senjaya, Finance & General Affairs Director PT Pertagas Niaga Bondan Christiandinata, serta Direktur Utama BUMD Sinergi Patriot Bekasi Aldo Sirait.

Reporter: David Ilham