Sinergi Pemerintah dan PLN Genjot Potensi Surya PLTS Sengkol NTB

PLN Genjot Potensi Surya PLTS (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Senin, 25 Mei 2026 | 20:59:07 WIB

LOMBOK - Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, memandang wilayah kepulauan seperti NTB mempunyai posisi strategis untuk menyokong percepatan energi baru terbarukan di Indonesia.

Ia berpendapat bahwa pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan energi bersih tidak sekadar untuk menyuplai setrum, melainkan menjadi bagian dari upaya mereduksi emisi karbon nasional secara berkala.

“NTB memiliki potensi energi surya yang besar. Pengembangan EBT di daerah kepulauan menjadi langkah strategis untuk mendukung target transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah,” ujar Eniya saat berkunjung ke kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Lombok Tengah, Minggu (24/5/2026).

Peninjauan tersebut memberikan indikasi nyata bahwa peningkatan pemanfaatan energi bersih di Nusa Tenggara Barat terus digenjot di tengah program besar transisi energi nasional.

Memiliki daya tampung 7 Megawatt peak (MWp), PLTS Sengkol menjadi salah satu infrastruktur energi surya yang penting di Pulau Lombok.

Infrastruktur yang berada di bawah pengelolaan perusahaan energi terbarukan Vena Energy ini sudah berjalan hampir tujuh tahun dan menjadi elemen vital dalam menyokong bauran energi hijau di NTB.

Ketika melakukan peninjauan ini, Eniya ditemani oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Sri Heny Purwanti, bersama Senior Manager Perencanaan PLN UIW NTB, Sigit Hari Wibowo.

Rombongan tersebut meninjau secara langsung aktivitas operasional pembangkit sekaligus melakukan kajian terhadap potensi perluasan energi surya di daerah yang memiliki intensitas pancaran matahari tinggi itu.

Berdasarkan data operasional, PLTS Sengkol berhasil menorehkan capacity factor (CF) berkisar antara 15,6% sampai 22,5% saban tahunnya.

Persentase tersebut dianggap sangat baik untuk ukuran pembangkit listrik tenaga surya di wilayah tropis serta merepresentasikan maksimalnya penyerapan energi matahari di NTB.

Eniya menggarisbawahi krusialnya kemitraan antara pihak eksekutif, PLN, serta pelaku usaha swasta supaya penyiapan sarana energi hijau dapat terwujud secara lebih kilat dan berkesinambungan.

Ia menambahkan bahwa tata kelola kelistrikan di masa depan wajib berkiblat pada energi yang lebih hemat, aman bagi ekosistem, serta sanggup memenuhi keperluan warga.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menuturkan bahwa PLN senantiasa memperkokoh pembaruan sektor kelistrikan lewat maksimalisasi energi lokal yang bersumber dari EBT.

PLN menyatakan kesiapannya untuk menyokong sasaran pemerintah dalam mendongkrak bauran energi bersih di tanah air.

“Kunjungan ini menjadi semangat tambahan bagi PLN UIW NTB untuk terus menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin hijau dan berkelanjutan. Kami optimistis pengembangan energi baru terbarukan di NTB akan terus tumbuh,” kata Sri Heny.

Pemanfaatan PLTS Sengkol pun dianggap menjadi pembenaran bahwa penanaman modal di sektor energi terbarukan mulai memberikan hasil yang konkret bagi jaringan kelistrikan di NTB.

Di samping memperkuat pasokan setrum, eksistensi pembangkit setrum tenaga surya ini dipercaya bisa memicu stimulus ekonomi hijau sekaligus mengakselerasi pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Berbekal sokongan kekayaan alam yang melimpah, NTB sekarang menjelma sebagai salah satu wilayah yang diprediksi memegang andil krusial dalam skema transisi energi Indonesia demi menggapai sasaran net zero emission di masa depan.

Reporter: David Ilham