Dukung Energi Hijau, IIF Beri Fasilitas Rp645 M ke Arkora Hydro
JAKARTA - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengucurkan fasilitas penjaminan bagi PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) guna menyokong program pendanaan energi terbarukan lewat penerbitan surat utang syariah sukuk.
IIF mengalokasikan dana mencapai Rp645 miliar demi memperkokoh profil kredit sukuk sekaligus menaikkan keyakinan penanam modal terhadap instrumen pendanaan hijau di tanah air.
“Kerja sama ini mencerminkan komitmen IIF dalam mendorong transisi energi Indonesia melalui penyediaan instrumen pembiayaan hijau yang kredibel,” ujar Presiden Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Pemberian bantuan ini direalisasikan lewat Perjanjian Fasilitas Penjaminan dari IIF kepada PT Arkora Hydro Tbk untuk penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan I Tahun 2026 kepunyaan Arkora Hydro.
Lewat kesepakatan tersebut, IIF menghadirkan fasilitas penjaminan sampai Rp645 miliar demi memperkuat profil kredit sukuk serta mendongkrak rasa percaya pelaku pasar modal atas instrumen pembiayaan hijau di Indonesia.
Berdasarkan penuturan Rizki, sinergi jangka panjang bersama Arkora Hydro memperlihatkan bagaimana pendanaan strategis mampu mempercepat laju pembangunan proyek energi terbarukan.
Melalui kolaborasi dengan Arkora, Rizki memaparkan, IIF membidik penguatan kemitraan pada sektor pembiayaan energi terbarukan sekaligus memicu keterlibatan pasar keuangan yang lebih luas dalam agenda infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
IIF, korporasi pembiayaan yang sahamnya dipegang antara lain oleh PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), serta sejumlah institusi lainnya, sudah menjalin kemitraan dengan Arkora Hydro semenjak tahun 2019.
Hubungan kerja sama mereka meliputi pendanaan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, termasuk peluncuran obligasi hijau perusahaan pada tahun 2023.
Kolaborasi itu sengaja diarahkan guna mendorong perluasan aset energi terbarukan di dalam negeri.
Bertindak sebagai stimulator pembangunan infrastruktur, IIF memegang peran pelengkap bersama industri keuangan demi memperlebar jangkauan pembiayaan ke pelbagai sektor infrastruktur.
Di awal tahun 2026, IIF pun telah mengalirkan dana pembiayaan untuk proyek-proyek di bidang kesehatan serta pelabuhan.
Untuk saat ini, daftar rencana transaksi IIF turut membidik sektor telekomunikasi serta infrastruktur digital.
"IIF turut mendukung pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan memungkinkan proyek-proyek yang kredibel dan bankable mengakses sumber pendanaan yang lebih luas," katanya.